Tampilkan postingan dengan label Kabar Burung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Burung. Tampilkan semua postingan

Kacamata Sangihe White-eye Zosterops Nehrkorn

Sangihe White-eye Zosterops nehrkorn terancam punah
Burung Kacamata sangihe atau (Zosterops nehrkorni) adalah salah satu dari spesies burung keluarga kacamata.

Kacamata sangihe in merupakan hewan endemik dari Kepulauan Sangihe, Indonesia dan merupakan salah satu dari sekitar beberapa jenis burung kacamata ( pleci ) yang terdapat di Indonesia.

Burung endemik pulau Sangihe ini tergolong jenis burung langka di Indonesia, karena keberadaan burung kacamata sangihe ini terancam punah yang oleh IUCN Redlist dan birdlife dimasukkan dalam status konservasi kritis ( Critically Endangered ), diperkirakan burung endemik Sangihe ini jumlahnya kurang dari 50 ekor burung dewasa.

Dulunya burung ini dianggap sebagai bagian dari spesies Zosterops atrifrons (Kacamata dahi-hitam), namun kemudian spesies kacamata dahi-hitam ini dibedakan menjadi tiga spesies yakni Zosterops atrifrons, Zosterops stalkeri (Kacamata seram), dan Zosterops nehrkorni (Kacamata sangihe).

Pembenaran
Spesies ini memenuhi syarat sebagai sangat terancam punah karena tampaknya untuk bertahan hidup dalam jumlah kecil hanya pada satu tempat, di mana habitatnya terus dihancurkan dan rusak, sehingga rentang keseluruhan dan populasi cenderung menurun.

Catatan Taksonomi
Zosterops atrifrons (Sibley dan Monroe 1990, 1993) telah dibagi menjadi Z. atrifrons, Z. nehrkorni dan Z. stalkeri berikut Rasmussen et al. (2000b).

Identifikasi
12 cm. Kecil, arboreal, warbler-seperti burung. Kaya upperparts zaitun hijau dengan mencolok pantat kuning-hijau dan gelap ekor hijau-hitam. Hitam dahi, luas putih mata cincin. Dagu kuning cerah, tenggorokan dan undertail-bulu, sisa hamster seputih mutiara dengan sisi-sisi abu-abu. RUU oranye pucat dan kaki. Suara Kontak panggilan tampaknya tipis dan bernada tinggi daripada Z. atrifrons. spp serupa. yang terkait Black-fronted Z. White-eye atrifrons sedikit lebih kecil, kusam dan memiliki bagian telanjang gelap.

Distribusi dan Populasi
Spesies ini dibatasi untuk Sangihe, Indonesia, dimana sampai tahun 1996 itu dikenal hanya dari spesimen sejarah tunggal dan dengan demikian sangat mungkin sudah langka pada abad ke-19.

Hal itu terlihat dua kali pada tahun 1996 dan suara-tercatat pernah keluar dari penghitungan titik 148 pada tahun 1999 (Riley 2002) dari satu lokasi (Gunung Sahendaruman dan berdekatan Sahengbalira).

Hal ini dianggap sebagai sangat langka dan jarang ditemui di sisa 8 km 2 dari habitat yang sesuai. Sementara belum ada perkiraan populasi, kemungkinan bahwa kurang dari 50 individu dewasa bertahan hidup.

Populasi pembenaran
Populasi diperkirakan jumlahnya kurang dari 50 individu dan individu dewasa. Perkiraan ini berasal dari analisis catatan terbaru dan wilayah habitat yang tersisa (BirdLife International 2001).

Trend pembenaran
Hilangnya hutan dan degradasi terus menjadi ancaman di pulau Sangihe dan sebagai hasil spesies ini diduga berada di penurunan, meskipun tingkat kemungkinan penurunan belum diperkirakan.

Ekologi
Ini sering pergi pertengahan lantai ke kanopi atas hutan Ridgetop broadleaved primer, sering dengan kepadatan tinggi Pandanus sp., Di mana ia gleans serangga daun dan mungkin juga hijauan pada buah. Tampaknya harus benar-benar terbatas pada ketinggian antara 750 m dan 1.000 m.

Ancaman
Sebenarnya seluruh pulau Sangihe telah digunduli dan dikonversi menjadi lahan pertanian. Populasi sangat kecil spesies ini di wilayah habitat yang tersisa menunjukkan bahwa hal itu dibatasi oleh beberapa spesialisasi yang tidak dikenal atau ancaman, berpotensi persyaratan untuk rentang besar di mana untuk mencari buah, atau mungkin penghancuran tikus diperkenalkan Rattus spp.

Apapun alasannya, indikasi yang jelas adalah bahwa hal itu sangat rentan terhadap hilangnya habitat terus di pinggiran hutan yang lebih rendah. Inisiatif pemerintah untuk menanam jenis pohon eksotis, awalnya di dataran rendah, kini dikabarkan berlangsung di 700-900 m, lebih mengancam sisa area kecil hutan asli (Sykes 2009) .

Tindakan konservasi yang dilakukan
Itu Gunung Sahendaruman "hutan lindung" nominal menghemat beberapa habitat yang tersisa, meskipun beberapa langkah telah diambil untuk memastikan kemanjurannya.

Sejak tahun 1995, "Aksi Sampiri" Proyek telah bekerja untuk konservasi keanekaragaman hayati di Sangihe Talaud dan, melakukan penelitian lapangan, program kesadaran konservasi (termasuk desa dan sekolah pertemuan, pembagian selebaran dll), dan mengembangkan ide-ide untuk penggunaan lahan di masa depan melalui perjanjian antara pihak yang berkepentingan.

Akibatnya, rencana sedang berlangsung untuk mereklasifikasi yang ada 4 km 2 dari "hutan lindung" di Gunung Sahengbalira sebagai suaka margasatwa (dengan daerah inti sebagai cagar alam yang ketat), meskipun proses ini mungkin memakan waktu 2-3 tahun.

Selanjutnya, Wildlife Conservation Society mulai empat tahun kerja proyek Sangihe pada tahun 2007, yang akan memberikan kesempatan untuk melindungi habitat yang tersisa dan dasar untuk bekerja lebih lanjut.

Wildlife Conservation Society juga bekerja di pulau sejak tahun 2007 berusaha untuk mempromosikan penggunaan lahan simpatik dan pengembangan oleh desa-desa sekitar Gunung Sahengbalira (N. Brickle in litt. 2010) .

Tindakan konservasi yang diusulkan
Melakukan survei lebih lanjut untuk spesies di patch hutan yang tersisa di pulau (misalnya Gunung Awu). Memastikan perlindungan yang efektif dari habitat di Gunung Sahendaruman.

Mendukung usulan untuk gazetting cepat sisa hutan di Gunung Sahengbalira sebagai cagar alam yang ketat. Lanjutkan program pendidikan konservasi. Mendorong staf kehutanan untuk membangun kehadiran permanen di pulau itu.
Sumber : birdlife

Si Bolt Burung Dara Merpati Balap Termahal Di Dunia

bolt burung termahal di dunia
Si Bolt Burung Dara Merpati Balap Termahal Di Dunia, baru - baru ini sempat membuat dunia tercengang dengan harga lelang yang menakjubkan.

Pebisnis kaya asal China ini membeli seekor burung merpati balap si BOLT senilai US$ 407.000 ( Rp 3,8 miliar ), burung dara ini terjual dalam lelang yang digelar rumah lelang Pipa - Belgia, bahkan CEO Pipa, Nikolaas Gyselbrecht, yang dikutip oleh News.com, Rabu (22/5/2013), mengatakan, " Saya tercengang melihat dan mendengar harganya ".

Bolt adalah burung merpati balap yang dibesarkan di Belgia dan saat ini berumur satu tahun, sedangkan nama Bolt itu sendiri diambil dari nama pelari tercepat di dunia Usain Bolt asal Jamaica, dan sebelumnya Burung ini sempat memecah rekor di angka  250.000 euro ( Rp 3 miliar ) pada tahun 2012.

Merpati itu dipelihara oleh penggemar burung dara yang sangat dikenal di Belgia, Leo Heremans, Ia menjual seluruh koleksi merpatinya dalam lelang dan menghasilkan uang sekitar US$5 juta, dan sembilan dari 10 merpati paling mahal dalam lelang kali ini dibeli oleh penggemar dari Cina atau Taiwan.

Dalam lelang tersebut juga terjual 530 burung yang dikembangbiakkan oleh peternak burung terkenal dunia asal Belgia, Leo Heremans, dengan total raupan dana sebanyak 4,3 juta euro ( Rp 52 miliar ), dan Nilai transaksi ini juga memecahkan rekor transaksi tahun lalu.

Tempat lelang burung ini dikenal sering dikunjungi para pembeli dari Cina dan Taiwan untuk memburu burung-burung balap.

"Salah satu alasan lelang ini tidak terpengaruh oleh krisis ekonomi karena pembelinya tersebar dari seluruh dunia," kata Gyselbrecht.

"Lebih dari 20 negara ikut menawar pekan lalu. Jadi jika ada krisis di satu negara, di negara lainnya belum tentu," tambahnya.

Lelang ini melahirkan sebuah kombinasi baru di dunia balap burung, yaitu merpati keturunan Belgia dan kekayaan para orang China. Dua tahun lalu, pertama kali rekor merpati balap termahal muncul dengan nilai 156.000 euro.

Burung termahal pada waktu itu dari jenis Blue Prince keturunan Belgia yang dibeli oleh orang China. Saat ini, harga burung tersebut sudah naik dua kali lipat.

Olahraga balap burung merpati sangat terkenal di Belgia, dimulai sejak Perang Dunia II berakhir. Burung-burung yang sebelumnya bertugas mengirimkan informasi saat perang banyak yang pensiun.

Burung-burung ini akhirnya jadi atlet olahraga balap burung. Sejak saat itu, Federasi Balap Burung Belgia sudah punya lebih dari 250.000 anggota. Sementara di China, anggota perkumpulan seperti ini sudah mencapai 300.000 orang.

Meski Belgia kalah jauh, harus dilihat juga total populasinya yang hanya 10,5 juta jiwa, sementara China 1,35 miliar. Secara persentase, Belgia lebih unggul daripada China untuk urusan penggemar burung.

Dari generasi ke generasi, cara beternak burung sudah diturunkan dengan baik di keluarga-keluarga Belgia. Garis keturunan burung menjadi faktor yang penting dalam beternak dan menghasilkan bibit merpati balap yang berkualitas.

Seorang ahli merpati balap menjelaskan harga burung mahal karena merpati balap seperti karya seni, semakin terkenal semakin bernilai.

BKSDA Kaltim Menyita Burung Paruh Bengkok

BKSDA Kaltim Menyita Burung Paruh Bengkok dari kios toko penjual burung di Kota Balikpapan, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Kalimantan Timur ini telah menyita tujuh burung jenis paruh bengkok.

Burung-burung itu diantaranya seekor Trichoglossus ornatus atau biasa dikenal kasturi Sulawesi atau perkici dora. Statusnya apendiks 1 atau dilindungi.

Enam lainnya berstatus apendiks 2, yakni:
  • Eos cyanogenia atau nuri sayap hitam (2 ekor), 
  • Pseudeos fustaca atau nuri kelam (1 ekor) , 
  • Lorrius lory atau kasturi kepala hitam (1 ekor), dan 
  • Lorrius garrulus atau kasturi ternate (2 ekor) .

Satwa ini disita petugas dari tiga kios penjual burung yang dimiliki Muji, Darmuji, dan Budi, di daerah Batu Ampar, Balikpapan Utara, Selasa (9/4) sore. Menurut Danang Anggoro, Kepala Seksi Konservasi BKSDA Wilayah III Kaltim di Balikpapan, Rabu (10/4) sore , para penjual itu tidak tahu bahwa telah memperdagangkan satwa dilindungi.

Satwa yang termasuk apendiks 2 memang bisa diperjualbelikan namun dengan syarat ketat, dan itu tidak bisa ditunjukkan para penjual. 

Sumber : sain.kompas

Burung Mantenan Atau Sepah Curi Perhatian

Burung Mantenan atau sepah mencuri perhatian
Burung Mantenan atau Sepah Curi Perhatian bagi penikmat suara dan burung berkicau di Indonesia, bagaimana tidak semua berbagai satwa burung di belahan Nusantara ini kian gencar di Eksploitasi dan tak ada hentinya.

Hingga pada suatu hari tertuju pada salah satu burung ini yaitu Burung Sepah atau burung mantenan ( Pericrocotus ), burung ini memang kerap di jadikan sebagai masteran bagi burung lainnya, atau hanya sebagai klangenan di rumah sendiri.

Sedangkan burung mantenan ini ada beberapa macam menurut habitat dan daerah asalnya, dan sudah tentu dari warna dan berbagai ukurannya pun berbeda, berikut ini, beberapa burung Mantenan dari beberapa pulau di Indonesia :

1. Burung SEPAH TULIN ( Pericrocotus igneus )

Inggris : Fierv Minivet;
Melayu: Burung Mas Tulin 

Deskripsi:  Burung sepah berukuran kecil (15 cm), berwarna merah padam dan hitam. Jantan merah terang dengan kepala, punggung, sayap, dan tengah ekor hitam mengkilap serta sapuan jingga pada perut dan sisi ekor. Pada betina, kepala dan punggung abu-abu, muka dan tubuh bagian bawah kuning, berubah menjadi jingga pada penutup bawah ekor dan tunggir. Iris coklat, paruh hitam, kaki hitam. 

Penyebaran Global :
alawan, Semenanjung Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan. 

Penyebaran lokal dan status:
Penetap di Sumatera (termasuk pulau-pulau di sekitarnya) dan Kalimantan. Ditemukan di hutan mangrove dan hutan-hutan sampai ketinggian 200 m di Sumatera.

Kebiasaan: Seperti burung sepah yang lain.
Catatan: Beberapa pakar burung memperlakukan burung ini sebagai ras dari Sepah kecil.

2. Burung SEPAH DAGU-KELABU ( Pericrocotus solaris )

burung sepah atau mantenan
Inggris: Grey-chinned Minivet;
Melayu: Burung Mas Dagu Abu-abu 

Deskripsi: Burung sepah berukuran sedang (17 cm), berwarna merah atau kuning. Jantan berwarna merah, perbedaannya dengan burung sepah lain yaitu tenggorokan dan penutup telinga yang abu-abu gelap suram. Betina berwarna kuning, ciri utamanya yaitu tidak ada warna kuning pada dahi, penutup telinga, dan tenggorokan. Iris coklat gelap, paruh hitam, kaki hitam. 

Penyebaran global:
Himalaya, Cina selatan, Asia tenggara, Semenanjung Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan. 

Penyebaran lokal dan status:
Penghuni tetap yang umum di pegunungan Sumatera dan Kalimantan bagian utara (dari G. Kinabalu ke selatan sampai Liang Kubung dan Penrissen), di hutan-hutan pada ketinggian antara 1.200-2.000 m.

Kebiasaan: Seperti burung sepah yang lain.

3. Burung SEPAH HUTAN ( Pericrocotus flammeus )

burung mantenan hutan
Inggris: Scarlet Minivet.
Melayu: Burung Mas Belukar 

Deskripsi: Burung sepah berukuran besar (19 cm), beraneka warna. Jantan berwarna hitam biru dengan dada dan perut merah, begitu juga tungging, sisi terluar bulu ekor, dan dua bercak pada sayap.
Betina berwarna lebih abu-abu pada punggung. Warna merah pada jantan diganti dengan warna kuning pada betina, yang melebar sampai tenggorokan, dagu, penutup telinga, dan dahi. Iris coklat, paruh hitam, kaki hitam. 

Penyebaran global:
India, Cina selatan, Asia tenggara, Filipina, Semenanjung Malaysia, Sunda Besar, dan Lombok.

Penyebaran lokal dan status: Penghuni tetap di Sumatera (termasuk pulau-pulau di sekitarnya), Kalimantan (distribusi terpencar tetapi tercatat di semua daerah), jawa, dan Bali. Secara lokal umum terdapat di dataran rendah dan perbukitan sampai ketinggian 1.500 m (di Jawa lebih tinggi lagi).

Kebiasaan: Lebih menyukai hutan primer, berlompatan di antara puncak pohon berdaun halus, berpasangan atau dalam kelompok.

4. Burung SEPAH GUNUNG ( Pericrocotus miniatus )

burung sepah gunung
Inggris: Sunda Minivet
Deskripsi: Burung sepah berukuran besar (19 cm), berwarna merah dan hitam dengan ekor panjang. Ciri-ciri betina adalah kombinasi kepala hitam, ekor sangat panjang, dan tidak ada warna merah pada bulu sektmder. Betina cukup unik dengan warna bulu hitam dan merah seperti jantan, warna merah meliputi tenggorokan, dagu, dan dahi, serta mantel yang kemerahan. Iris coklat, paruh hitam, kaki hitam.

Penyebaran global:
Endemik di Sumatera dan jawa. 

Penyebaran lokal dan status: Pegunungan di Sumatera (Leuser dan sepanjang Bukit Barisan sampai Dempu) dan jawa. Umum terdapat di hutan pegunungan pada ketinggian 1.200-2.400 m. Di Bali tidak tercatat. Kebiasaan: Hidup dalam kelompok besar sampai berjumlah 30 ekor. Sering mengunjungi puncak-puncak pohon di dalam serta di dekat hutan primer dan perkebunan pinus, kadang-kadang mengunjungi lahan pertanian.

5. Burung SEPAH KECIL ( Pericrocotus cinnamomeus )

burung mantenan kecil
Inggris: Small Minivet
Deskripsi: Berukuran kecil (15 cm), berwarna abu-abu, merah, dan hitam. Perbedaannya dengan burung sepah lain adalah kepala dan mantel jantan abu-abu serta tubuh bagian bawah betina keputih-putihan dan lebih buram. Iris coklat, paruh hitam, kaki hitam. 

Penyebaran global:
India, Asia tenggara (kecuali Semenanjung Malaysia), Kalimantan,jawa, dan Bali.

Penyebaran lokal dan status: Status di Kalimantan tidak diketahui. Pada akhir abad yang lalu, seekor dikoleksi di Kalimantan selatan, mungkin merupakan pengembara dari Jawa. Penghuni tetap di Jawa dan Bali, tersebar luas dan cukup umum terdapat di dataran rendah. Di Sumatera dan Kalimantan, digantikan keberadaannya oleh Sepah tulin.

Kebiasaan: Lebih menyukai hutan terbuka, hutan mangrove, tanah pertanian, dan pedesaan. Terbang dalam kelompok kecil yang aktif dan ribut, mencari makan di puncak pohon-pohon yang tinggi.

6. Burung SEPAH PADANG ( Pericrocotus divaricatus )

burung sepah mantenan padang
Inggris: Ashy Minivet.
Melayu: Burung Mas Padang
Deskripsi: Burung sepah berukuran besar (20 cm), berwarna hitam, abu-abu, dan putih khas. Perbedaamaya dengan burung kapasan yaitu ukuran lebih besar dan tidak ada garis sayap, dengan Bentet-kedasi yaitu tubuh bagian bawah yang putih dan tunggir abu-abu.

Jantan memiliki topi, setrip mata, dan bulu terbang hitam, serta bagian atas abu-abu dan bagian bawah putih. Betina lebih pucat dan lebih abu-abu.
Iris coklat, paruh hitam, kaki hitam.

Penyebaran global:
Asia timur laut dan Cina timur. Pada musim dingin, bermigrasi ke selatan sampai Asia tenggara, Filipina, dan Sunda Besar.

Penyebaran lokal dan status: Tercatat di Sumatera dan Kalimantan bagian utara. Pengunjung tidak tetap di dataran rendah pesisir, jarang ditemukan pada ketinggian lebih dari 900 m.

Kebiasaan: Memburu serangga pada tajuk pohon. Sewaktu terbang, kurang terlihat mencolok dibandingkan dengan burung sepah yang berwarna terang. Membentuk kelompok sampai 15 ekor.

Ini adalah salah satu bentuk dari suara burung Mantenan atau Sepah, Simak saja

Berbagi Informasi Tentang Burung

Burung adalah anggota  bertulang belakang
Burung adalah kelompok dari anggota bertulang belakang atau hewan vertebrata, dia memiliki sayap dan bulu, dan jenis-jenis burung pun sangat banyak dan sangat beragam bentuk dan variasinya.

Begitu sangat banyaknya jenis burung dan variasi, mulai dari burung kolibri yang kecil mungil hingga burung unta, yang lebih tinggi dari orang, di perkirakan terdapat sekitar 8.800 – 10.200 spesies burung di seluruh dunia; sekitar 1.500 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia, dan berbagai jenis burung tersebut secara ilmiah digolongkan ke dalam kelas Aves.

Tahukah anda bahwa burung yang kita pelihara selama ini kebanyakan burung-burung ini harus makan makanan sekurang-kurangnya setengah dari berat badan mereka setiap hari.

Berbagi informasi tentang burung, apakah anda sadari bahwa Burung telah banyak memberikan manfaat yang luar biasa dalam kehidupan kita manusia, karena dari beberapa jenis burung, seperti ayam, kalkun, angsa dan bebek telah didomestikasi sejak lama dan merupakan sumber protein yang penting; seperti dari daging maupun telurnya.

PENYEBARANNYA ATAU DISTRIBUSINYA

Burung hidup dan berkembangbiak pada sebagian besar habitat darat dan pada tujuh benua, hingga mencapai koloni ekstrim mereka pada koloni perkembangbiakan Petrel Salju hingga pada ketinggian 440 kilometer (270 mil) di pedalaman Antartika.Diversitas tertinggi burung terdapat di wilayah tropis.

Ini juga sudah dipikirkan sebelumnya bahwa keragaman tertinggi burung adalah hasil dari tingkat spesiasi di daerah tropis, bagaimanapun studi terbaru menemukan spesiasi tingkat tertinggi di lintang tinggi yang diimbangi dengan tingkat kepunahan lebih besar daripada di daerah tropis.

Beberapa familia burung telah beradaptasi terhadap kehidupan baik di lautan dunia dan pada diri mereka, dengan beberapa spesies burung laut datang ke darat hanya untuk berkembangbiak dan beberapa penguin telah tercatat menyelam hingga kedalaman 300 m (980 kaki).

Banyak spesies burung yang telah membangun populasi perkembangbiakan di wilayah mereka yang diintroduksi oleh manusia, beberapa introduksi memang disengaja, contohnya Puyuh Biasa, diintroduksi ke seluruh dunia sebagai burung buruan, yang lain karena ketidaksengajaan, seperti pembentukan populasi Parkit Pendeta liar di beberapa kota di Amerika Utara setelah pelarian mereka dari penangkaran, beberapa spesies, termasuk Kuntul Kerbau, Karakara Kepala-kuning dan Kakatua Galah memiliki telah menyebar secara alami melampaui rentang asli mereka sebagai praktek agrikultural yang membuat habitat baru mereka yang sesuai.

Sebagian besar burung menempati berbagai lokasi dalam ekologi, sementara beberapa burung umum yang lain menempati tempat yang sangat khusus di habitatnya atau berdasarkan dimana letak jenis makanannya berada. 

Bahkan di dalam sebuah habitat tunggal, seperti hutan, area ini bisa ditempati oleh berbagai jenis burung yang bervariasi, dengan beberapa spesies hidup dalam hutan kanopi, beberapa di bawah kanopi itu sendiri, serta beberapa yang lainnya dalam dalam hutan itu sendiri. 

Burung yang hidup di sekitar perairan umumnya mencari makanan dengan memancing, memakan tanaman, dan membajak makanan hewan lain, burung pemangsa mengkhususkan diri pada berburu hewan atau burung lain.
Indonesia menjadi pemilik dari 1.594 jenis spesies burung dan menjadi negara ke lima terbesar dunia dari 10.000 jenis satwa itu yang kini berkembang biak, hanya saja populasi yang banyak itu kini terancam punah akibat rusaknya habitat mereka yang menjadi tempat berkembang biak dan mencari makanan dan kini lima puluh persen jenis burung di dunia terancam punah karena habitatnya terusik kegiatan manusia.

Burung-burung jenis merpati hutan (Columba sp.), uncal (Macropygia sp.), delimukan (Chalcopaps sp. dan Gallicolumba sp. ), pergam (Ducula sp.), dan walik (Ptilinopus sp.) adalah merupakan keluarga merpati yang memiliki ketergantungan sangat tinggi dengan habitat hutan.

Sumber

Cerita Lucu, Burung Kea Suka Mencuri

Burung Kea Endemik Selandia Baru
Ini adalah cerita unik dan lucu, kita sering mendengar burung di curi orang, tapi ini malah sebaliknya, burung yang mencuri uang seseorang dan ini terjadi baru-baru ini ( 4/2/13 ),di Selandia Baru dan uang yang di curi adalah turis berasal dari Skotlandia.

Entah bagaimana awal ceritanya sehingga burung Kea ini bisa mengenal uang, ya tidak tangung-tanggung yang di ambilpun berupa uang dollar, sungguh unik dan luar biasa pintarnya tapi lucu juga akhir cerita ini.

Cerita ini dialami oleh seorang turis saat berlibur ke Selandia Baru, dan dia menyatakan bahwa seekor burung kea telah mencuri uang miliknya, tunai senilai lebih dari 1.000 dollar AS atau sekitar Rp 9,6 juta.

Turis itu bernama Peter Leach, berasal dari Glasgow, Skotlandia, saat itu sedang menikmati panorama State Highway 73, Arthur’s Pass, salah satu taman nasional di Selandia Baru. Ia memasuki kawasan itu menggunakan mobil campervan.



Uang itu disambar burung ketika dia turun dari mobil campervan untuk memotret pemandangan dan keindahan alam di taman nasional itu, termasuk memotret beberapa burung khas yang sedang berada di tanah. 

Karena terlalu asyik, ia tidak menyadari bahwa ada “sesuatu” di dalam campervan...Dia melihat ada burung yang aneh. Saat itu, ada sepasang turis dari Kanada yang memperingatkan dia, dan berkata, ”Kami melihat burung itu mengambil sesuatu dari mobil Anda,”.

Begitu mendapat kabar itu, Leach pun langsung masuk ke campervan, dan melihat dashboard mobil sudah terbuka, dan beberapa tas kecil berantakan termasuk isi tas yang berisi uang di sambarnya dan terbang, akhirnya dia kemudian menyadari bahwa uangnya telah hilang dibawa burung.

Burung itu telah membawa kabur satu kantong berisi 1.099,41 dollar AS ( Rp.11jtan ), tampaknya burung itu melihat kantong yang diletakkan di atas dashboard. ”Kini Uang saya hanya sisa 40 dollar Selandia Baru saja,” kata Leach.

Untungnya Leach mempunyai teman dekat di Normanby, Selandia Baru, yaitu Paul dan Lyn Fisher, dari kedua sobatnya itulah dia bisa meminjam uang, untuk meneruskan wisatanya kembali.

Lucunya lagi, Leach lalu mengadukan kejadian tersebut kepada polisi setempat, berharap mendapatkan penggantian dari perusahaan asuransinya. 

”Polisi yang menangani kasus ini sangat serius pada beberapa pertanyaan di awal. 

Kemudian dia mengatakan, bolehkah berhenti sejenak untuk tertawa,” katanya. 

Wah, dicopet burung malah ditertawakan.... 

Jadi gimana, apakah kita harus buru burung tersebut dan kita jadikan DPB ( Daftar Pencarian Burung ), karena dia telah mencuri barang yang bukan miliknya, ada-ada saja..

Burung Garuda Masih Menjadi Misteri

Mitos atau Fakta adanya burung garuda
Burung Garuda hingga sekarang masih menjadi misteri, apakah merupakan mitos atau fakta yang benar-benar menyatakan bahwa memang benar adanya tentang burung garuda ini, jika memang benar dimanakah sekarang Burung Garuda itu hidup, karena dari beberapa sumber masih banyak yang menyebutkan bahwa burung garuda ini adalah masih menjadi mitos.

Lalu siapakah sang Lagenda Burung Garuda ini, dan apakah burung garuda ada di alam Indonesia?

Dalam Cerita dongeng Mahabarata , burung Garuda digambarkan sebagai burung yang perkasa, setia kawan, dan berani. Burung Garuda adalah kendaraan Dewa Wisnu  ketika berkelana ke penjuru Bumi.


Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. 

Lambang negara Indonesia berbentuk burung Garuda yang kepalanya menoleh ke sebelah kanan (dari sudut pandang Garuda), perisai berbentuk menyerupai jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu” ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda.

Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno, dan diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950.

Lambang negara Garuda Pancasila diatur penggunaannya dalam Peraturan Pemerintah No. 43/1958.

Para ahli burung sudah lama mencari burung yang dianggap mewakili keperkasaan dan sifat burung Garuda. Gambar lambang negara Indonesia hanya memberi petunjuk burung Garuda adalah burung berjambul. Selebihnya, sifat burung Garuda digambarkan para pendiri negara Indonesia berdasar dongeng Mahabarata. 

Dari sekian banyak burung Indonesia, ada satu burung yang dianggap memiliki ciri-ciri burung Garuda. Itulah burung Elang Jawa (Spizaetus bartelsi )


Spizaetus bartelsi

Burung Elang Jawa termasuk burung asli  atau burung endemik  Pulau Jawa . Jumlahnya sekarang sudah sangat langka dan sulit ditemukan. Saat ini diperkirakan hanya ada sekitar 600 ekor burung Elang Jawa di Pulau Jawa.

Dari beberapa sumber referensi yang saya temukan menyatakan bahwa, Garuda adalah seekor burung mitologis, setengah manusia setengah burung, wahana Wisnu. 

Ia adalah raja burung-burung dan merupakan keturunan Kaśyapa dan Winatā, salah seorang putri Dakṣa. Ia musuh bebuyutan para ular, sebuah sifat yang diwarisinya dari ibunya, yang pernah bertengkar dengan sesama istri dan atasannya, yaitu Kadru, ibu para ular.

Sinar Garuda sangat terang sehingga para dewa mengiranya Agni (Dewa Api) dan memujanya. Garuda seringkali dilukiskan memiliki kepala, sayap, ekor dan moncong burung elang, dan tubuh, tangan dan kaki seorang manusia. Mukanya putih, sayapnya merah, dan tubuhnya berwarna keemasan.

Ia memiliki putera bernama Sempati (Sampāti) dan istrinya adalah Unnati atau Wināyakā. Menurut kitab Mahabharata, orang tuanya memberinya kebebasan untuk memangsa manusia, tetapi tidak boleh kaum brahmana. Suatu ketika, ia menelan seorang brahmana dan istrinya. Lalu tenggorokannya terbakar, kemudian ia muntahkan lagi.

Garuda dikatakan pernah mencuri amerta dari para dewa untuk membebaskan ibunya dari cengkeraman Kadru. Kemudian Indra mengetahuinya dan bertempur hebat dengannya. Amerta dapat direbut kembali, tetapi Indra luka parah dan kilatnya (bajra) menjadi rusak. ( wikipedia )

 Jadi bagaimana menurut anda, apakah memang benar ada atau hanya sebagai Lagenda dan Mitos Burung Garuda ini, saya sendiripun tidak dapat menjelaskan secara pasti apakah memang ada Burung Garuda ini, yang pasti Burung Garuda adalah Lambang Negara Republik Indonesia, dan kita sangat menghargai, karena dengan Burung Garuda ini kita dapat bersatu dalam kesatuan dan perbedaan suku yang ada di wilayah Indonesia. MERDEKA..KICAU MANIA INDONESIA

Sumber : dari berbagai sumber

Burung Bertanduk Kawat

Burung yang mempunyai Tanduk
Satu lagi burung langka dan unik dengan mempunyai 2 buah tanduk dikepalanya dari dataran kepulauan Irian yaitu Cendrawasih Panji atau dalam nama ilmiahnya Pteridophora alberti adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang sekitar 22cm, dari genus tunggal Pteridophora. 

Burung jantan dewasa mempunyai bulu berwarna hitam dan kuning tua, dikepalanya terdapat dua helai bulu kawat bersisik biru-langit mengilap, yang panjangnya mencapai 40cm dan dapat ditegakkan pada waktu memikat betina. 

Bulu mantel dan punggung tumbuh memanjang berbentuk tudung berwarna hitam. Iris mata berwarna coklat tua, kaki berwarna abu-abu kecoklatan dan paruh berwarna hitam dengan bagian dalam mulut berwarna hijau laut. 

Burung betina berwarna abu-abu kecoklatan dengan garis-garis dan bintik gelap dan burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan dan tanpa dihiasi mantel atau bulu kawat hiasan.

Daerah sebaran Cendrawasih panji adalah di hutan pegunungan pulau Irian. Pakan burung Cendrawasih Panji terdiri dari buah-buahan, beri dan aneka serangga.


Seperti kebanyakan spesies burung lainnya di suku Paradisaeidae, Cendrawasih Panji adalah poligami spesies. 

Burung jantan memikat pasangan dengan menggunakan bulu mantel dan ke dua kawat di kepalanya pada ritual tarian. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan mengasuh anak burung sendiri.

Nama ilmiah burung Cendrawasih panji memperingati seorang raja berkebangsaan Jerman, Albert I dari Sachsen.

Spesies ini mempunyai daerah sebaran yang luas dan masih sering ditemukan di habitatnya. Cendrawasih Panji dievaluasikan sebagai beresiko rendah di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam CITES Appendix II.

Sumber : Wikipedia

Umur Burung Laut Lebih Panjang

Burung laut di yakini dapat berumur sangat lama
Sejauh ini tidak ada definisi tunggal menyangkut burung laut, pada kelompok, suku atau spesies mana ia diletakkan; dan kebanyakan definisi yang dibuat sedikit banyak bersifat longgar.

Menggunakan kata-kata dua orang ahli burung laut: "Satu karakter umum yang dipunyai semua burung laut, adalah bahwa burung-burung itu mencari makanannya di laut ", namun, sebagaimana lazimnya pernyataan dalam ilmu biologi, yang selalu ada perkecualiannya, sebagian anggotanya tidak demikian.

Namun demikian, kesepakatan para ahli menggolongkan semua anggota ordo Sphenisciformes dan Procellariiformes, semua Pelecaniformes kecuali pecuk ular, dan sebagian Charadriiformes (skua, camar, dara-laut, auk dan skimmer) ke dalam burung laut.

Burung kaki-rumbai (Phalaropidae) biasanya dimasukkan juga, karena walaupun burung-burung ini termasuk burung perancah, dua dari tiga jenisnya bersifat oseanik selama sembilan bulan dalam setahun; yakni terbang menyeberangi khatulistiwa untuk mencari makan di lautan.

Loon dan Titihan, yang bersarang di danau namun melewatkan musim dingin di laut, biasanya dikelompokkan dalam burung air tawar, bukan burung laut. Begitu pula suku Anatidae (bebek-bebekan), yang meskipun beberapa anggotanya hidup di laut semasa musim dingin, berdasarkan kesepakatan dianggap bukan burung laut. Banyak jenis burung perancah dan bangau yang hidup di pesisir pantai, namun tidak pula dikategorikan sebagai burung laut.

Burung laut adalah burung yang telah beradaptasi dengan kehidupan lingkungan laut. Meskipun burung laut sangat beragam dalam gaya hidup, perilaku dan fisiologi, mereka sering memperlihatkan evolusi konvergen yang mencolok, karena permasalahan lingkungan dan ladang makanan yang sama telah mengakibatkan adaptasi yang sama. Para burung laut pertama kali berevolusi pada periode Cretaceous, dan keluarga burung laut modern muncul pada masa Paleogen.

Secara umum, burung laut hidup lebih lama, lebih lambat berkembang biak, dan memiliki jumlah anak lebih sedikit dibanding jenis burung lain. Kebanyakan spesies membuat sarang dalam koloni mereka. Beberapa koloni ada yang hanya terdiri dari belasan burung, namun ada juga yang sampai jutaan burung. Banyak spesies yang melakukan migrasi tahunan.

Sumber : Wikipedia

Ternak Lovebird, Hasilnya Jutaan Rupiah

Budidaya Lovebird dapat jutaan rupiah perbulan
Bertenak burung Lovebird saat ini kian marak di lakukan oleh para pehobi burung berkicau, ini adalah suatu pilihan yang realistis, mengingat begitu banyaknya peminat burung-burung hias dengan warna-warna cantik ini di seluruh pulau jawa, bahkan hingga di beberapa wilayah luar jawa, sebut saja hingga Sumatera, Kalimantan.

Harga pun cukup lumayan mahal burung Lovebird ini, hingga mencapai belasan Juta Rupiah perpasangnya menurut kualitas indukan dan berbagai kriteria burung tersebut, dan untuk anakan lovebird yang lepas lolohpun dapat mencapai harga jutaan rupiah sesuai kualitas dan silsilah dari indukan masing-masing.

Berikut ini ada salah satu peternak Burung Lovebird dan dia adalah seorang ibu rumah tangga yang melakoni urusan budidaya burung cinta ini di Kabupaten Magelang tepatnya, Yuk kita simak tentang seorang ibu ini hingga mencapai puluhan juta rupiah perbulannya hanya dengan bertenak burung Lovebird.

Budidaya burung love bird atau burung cinta kini memang sedang marak-maraknya khususnya di Kabupaten Magelang, mereka yang tertarik tak hanya para penggemar burung namun juga pensiunan dan bahkan kalangan ibu rumah tangga.

Seperti dilakukan Yuli Handayani (24), seorang ibu rumah tangga asal Dusun Jambean, Desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Ia memiliki 105 pasang indukan burung cinta dari berbagai jenis di mana kebanyakan merupakan burung kelas lomba.

Yuli memiliki indukan love bird jenis kepala emas, hijau kepala merah, hijau dakocan, biru dakocan, lotino, pastel, blorok, hitam panda hingga seekor burung berwarna unik yakni belang.

Meski jumlahnya banyak, jangan bayangkan lokasi penangkaran burung ini luas. Yani bersama suaminya Agus Prawoto (26) menangkarkan love bird di lantai dua rumahnya. Burung-burung ini dibuatkan kadang khusus, yang cukup dengan sinar matahari.

Salah satu hasil tangkarannya sudah ditawar seharga Rp 12,5 juta seekor namun belum dilepaskan. Burung ini dihargai mahal karena warnanya unik berbeda dengan lainnya. "Saya minta harga Rp 25 juta, rencananya buat mendaftar haji ibu saya," katanya.

Yani mengatakan ia sendiri yang menangkarkan burung-burung tersebut dengan dibantu dua orang pembantu. Adapun suaminya fokus mengurusi pemasaran burung ke berbagai kota di Indonesia.

Saat ini, burung hasil budidaya mereka sudah bisa menembus pasar di seluruh wilayah Jawa Tengah, kemudian sebagian Jawa Barat, Banten, Jakarta hingga Sumatera. “Kemarin saya baru saja mengirim ke Jambi sebanyak 30 ekor. Sebelumnya, saya juga kirim ke Lampung sekitar 40 ekor," kata Agus.

Agus mengaku rata-rata mampu menjual sekitar 20 ekor burung bakalan per bulan. Burung-burung tersebut dijual dengan harga antara Rp 600 ribu hingga Rp 2 juta tergantung kualitas suara dan bulunya. Dari penjualan burung love bird ini pasangan Agus-Yuli berhasil mengantongi pendapatan sekitar Rp 40 juta per bulan.

Bagaimana, anda cukup tertarik untuk berternak Lovebird? yang di butuhkan adalah ketelatenan, kesabaran, keseriusan dalam usaha ini dan tak lepas dari Modal usaha atau Investasi yang di butuhkan cukup besar, tapi dengan melihat hasil angka yang di peroleh dalam perbulan memang cukup menarik dan menggiurkan.

Sumber : Suara Merdeka & Komunitas Pecinta Hobi Burung Berkicau

Tips Dan Solusi Agar Burung Jadi Rajin Dan Gacor

Berikut ini adalah beberapa komentar dari mereka yang telah menggunakan biji fumayin untuk burung, dan ini adalah kasaksian-kesaksian jujur dari mereka, yang memang dialaminya setelah menggunakan fumayin dalam beberapa hari atau minggu.

Simak apa kata mereka:

Rudi ( Jokky Muray Killer ) - Cirebon
Burung kenari sya lagi rontok, dicoba pake fumayin trnyata langsung bocor tidak ada kata macet, terus saya coba lagi sama cucak ijo saya yg susah jambul saya beri 10bj fumayin langsung ditumbuk terus ijo saya langsung jambul dan ngentrok2..FUMAYIN CIAMIK DECH.." ( 21/3/12 )

Firmansyah - Cirebon
" Kenari saya tadinya ngerol tdk terlalu panjang, setelah diberi fumayin setelah 3 hr makin rajin dan ngerolnya makin panjang om, makasih fumayinnya " 

Herman - Megu Plered Cirebon
" Saya juga heran...baru nyoba pagi hari 10biji fumayin, sore saya coba bawa latihan ditempat saya, ehh moncer kenari saya man, masuk favorit ke 2....mantep juga ya fumayin."

Ade - Cirebon
" Lumayan om, baru nyoba buat kenari dulu, burung ceh udah gacor semenjak diternak performa turun, tapi pas dikasih fumayin mulai gacor lagi, makasih om fumayinnya "

Joko Susilo - Jakarta
" Yup Love Bird ku jadi lumayan panjang cuma blom di bawa kontes nich waktunya buat keluarga terus"

Hendra Cipta - Jember
" Dahsyat om..burung pleciku langsung juara 2 minggu yang lalu, tiap hari gk pernah lupa ngasihnya "

Bowo - Jakarta
" Bagus om hasilnya, toplah.." 


Yasien - Jakarta
" Burung lovebird saya malah jadi laku dibeli temen om..abis ngoceh terus setelah diberi fumayin dari om, sekarang saya mau beli burung lagi.."

Hariyanto - Sidoarjo
" Kabar baik, setelah diberi Fumayin kenari pejantannya smakin gacor, ngoceh tok dan yang mabung/ngurak cepet tuntasnya, fumayin top banget dan gak bahaya buat kenari.."

Adis - Depok
" Baik..kenari saya lebih rajin..saya lagi coba ke CI dan Anis saya om.."

Iqbal - Pati
" Bagus pak, intensitas birahi masing2 kenari cepat sekali "

=====================================================

Tasliman - Bogor
" saya coba untuk kenari breding biasa bertelur 3 sekarang bisa 5 butir tapi belum tau daya tetasnya karena masih di erami "

Topik - Tangerang
" ada perubahan om sedikit terutama pada kacer saya om jadi cerewet sekarang, stok masih ada om fumayinnya "

Sapoan Hakim - NTB
" Burungnya makin ok pak..kenari saya makin rajin ngoceh, fumayinnya masih ada bos, nanti kalo habis saya pesan lagi sama om harianto "

Reza Adriano - Kota Bumi Lampung
" Baek om, murai batu bulunya rontok semua, kenari makin gacor, stok masih ada um nanti kalo habis pasti pesan om "

I Nyoman - Bali
" baik om, ada perubahan tapi saya cuma kasih 1x seminggu karena saya sibuk um "

Candra - Banyuwangi
" ada perubahan pa, lovebird saya yang tadinya gak bertelur sekarang sudah bisa bertelur '

Hary Utomo - Semarang
" baik2 aja mas, ada perubahan mas, kenari dan lb lebih rajin bunyi,, lagi belajar ternak, ntar kalo habis ku hub.lagi "

Agustri - Jakarta
" baik um, kabarnya lovebird saya pertama lumpuh trus mati..." ( saya tanya kembali kenapa bisa begitu, dia jawab " mungkin saya berikannya terlalu banyak tiap hari um )==>> ternyata dia salah takaran dan salah setingan JUGA, dia infokan ke saya kalo itu biji fumayinnya di masukin juga kedalam jangkrik untuk cucak ijo, <==

Dito - Bogor
" Baik pak har, ada pak burungnya sedikit bawel yang kacer ama jenggot, cuma saya lagi eksperimen BUAT burung anis bahan saya "

Dan akan masih banyak lagi nanti kasaksian jujur dari mereka setelah memberikan fumayin untuk burung.



INFORMASI PENTING
" Sehubungan dengan beredarnya kabar tentang Biji Fumayin yang berkembang,  biji Fumayin yang kami import adalah biji yang sudah di Oven dan sudah di Sterilkan sehingga tidak dapat di tanam dan tidak akan tumbuh di Indonesia, dan dengan kandungan tetrahydrocannabinol nya di bawah 0,3%, sehingga tidak memabukkan dan dapat di uji di lab, serta penggunaanya di khususkan untuk pakan burung, dan import biji fumayin ini resmi kami lakukan sesuai dengan Prosedur yang berlaku, sehingga kami tidak melanggar Hukum, dan  Undang-Undang, serta Aturan dari Pabean yang berlaku di Indonesia".

 Silahkan Untuk Mencoba biji / pakan alami Fumayin :

    Fumayin bisa diberikan untuk ternak burung ( love bird, kenari dll )
    Fumayin bisa diberikan untuk burung menjelang / untuk Lomba
    Fumayin bisa menambah performa burung
    Fumayin bisa membuat burung ngedrop akan kembali bunyi
    Fumayin bisa digunakkan untuk burung yang mabung
    Fumayin bisa digunakkan untuk burung yang tidak bunyi
    Fumayin akan membuat burung rajin berkicau
    Fumayin bisa diberikan untuk jenis burung ocehan ( non biji ) dan pemakan biji


Baca Di Sini Untuk Lebih Jelasnya > Tentang Fumayin <

Kami memberikan kualitas biji fumayin yang terbaik, artinya biji-biji yang kami jual sudah bersih dari kotoran dan telah melalui proses penyortiran hingga 3 kali, untuk menghasilkan biji yang berkualitas dan berisi tidak ada yang kopong atau kosong, karena itu harga pun kami sesuaikan dengan kualitas yang kami berikan.

Bagi anda yang ingin memesan dan membutuhkan fumayin dengan biji yang berkualitas terbaik untuk burung kesayangan anda, anda dapat pesan sekarang juga melalui kami di:

081802314466, 081313265787
Harianto

Tersedia dalam bentuk Voer



STOK TERBATAS

Fumayin Dan Performa Burung

Jual Biji Fumayin
Fumayin / hempseed bisa meningkatkan reproduksi dalam beternak ataupun meningkatkan performa burung berkicau dan mempunyai tenaga tambahan dalam bertarung.

Banyak pertanyaan yang di terima tentang efek fumayin atau hemp seed pada performa burung, apakah akan membuat burung menjadi ketagihan dan apakah burung setelah berhenti dikasih makan fumayin akan diam tidak rajin bunyi, namun belakangan keyakinan itu sirna berdasar pengalaman penggunaan hemp seed pada burung dan sejumlah referensi tentang hemp seed atau Fumayin.

Yang jelas, struktur asam amino fumayin sangat berbeda dengan struktur asam amino pada ganja. 

Nah apalagi perbedaan sifat addictive antara fumayin dengan obat terlarang seperti sabu-sabu misalnya, jauh sangat berbeda.

Kalau fumayin bisa menambah semangat tempur burung lomba ataupun semangat kawin untuk burung penangkaran, maka pengaruh itu akan hilang ketika burung tidak mengonsumsi fumayin, tetapi tidak membuat burung ketagihan, hanya saja, karena fumayin itu pada dasarnya adalah “enak dirasa” oleh burung ( karena struktur asam aminonya ) maka ketika burung yang semula diberi fumayin lantas tidak diberi, akan terlihat gelisah.

Kegelisahan burung selama 2-3 hari karena distop pemberian fumayinnya, tidak akan membuat burung menderita ketagihan apalagi membuat burung kesakitan. 

Ini tentu beda dengan ketagihan manusia kepada sabu-sabu misalnya. Orang yang merasakan sakit karena ketagihan sabu-sabu, bisa sangat menderita dan bisa sampai kejemput nyawanya.


INFORMASI PENTING
" Sehubungan dengan beredarnya kabar Biji Fumayin yang berkembang,  biji Fumayin yang kami import adalah biji yang sudah di Oven dan sudah di Sterilkan sehingga tidak dapat di tanam dan tidak akan tumbuh di Indonesia dan dengan kandungan tetrahydrocannabinol nya di bawah 0,3%, sehingga tidak memabukkan dan dapat di uji di lab, serta penggunaanya di khususkan untuk pakan burung, dan import biji fumayin ini resmi kami lakukan sesuai dengan Prosedur yang berlaku, sehingga kami tidak melanggar Hukum, dan  Undang-Undang, serta Aturan dari Pabean yang berlaku di Indonesia".

Info Lebih Jelas, Baca MANFAAT FUMAYIN

 Silahkan Untuk Mencoba Fumayin :
- Fumayin bisa diberikan untuk ternak burung ( love bird, kenari dll )
- Fumayin bisa diberikan untuk burung menjelang / untuk Lomba
- Fumayin bisa menambah performa burung
- Fumayin bisa membuat burung ngedrop akan kembali bunyi
- Fumayin bisa digunakkan untuk burung yang mabung
- Fumayin bisa digunakkan untuk burung yang tidak bunyi
- Fumayin akan membuat burung rajin berkicau
- Fumayin bisa diberikan untuk jenis burung ocehan ( non biji ) dan pemakan biji




Kami memberikan kualitas biji fumayin yang terbaik, artinya biji-biji yang kami jual sudah bersih dari kotoran dan telah melalui proses penyortiran hingga 3 kali, untuk menghasilkan biji yang berkualitas dan berisi tidak ada yang kopong atau kosong, karena itu harga pun kami sesuaikan dengan kualitas yang kami berikan. 

Bagi anda yang ingin memesan dan membutuhkan fumayin dengan biji yang berkualitas terbaik untuk burung kesayangan anda, anda dapat pesan sekarang juga melalui kami di:

081802314466, 081313265787
Harianto

Tersedia juga dalam bentuk Voer untuk burung, sangat cocok untuk burung-burung kecil seperti Pleci, ciblek, gelatik dan bisa buat burung seperti murai, anis, kacer dan yang lainnya.

TJS+Fumayin


STOK TERBATAS

Ajang Test Mental Burung, Tegalwangi Cirebon

sebagai ajang test mental burung latberan rutin
Latber, Latihan Bersama yang sering kita dengar di lapangan adalah untuk melatih beberapa gacoan burung kita sebelum terjun langsung di arena lomba sebenarnya.

Suatu agenda rutin yang telah lama dilakukan oleh beberapa tim kicau mania Cirebon, yang bertempat di samping Lapangan Bola Garuda Tegal Wangi Cirebon, guna memperat pertemanan dan menambah relasi diantara pecinta hobi burung kicau mania Cirebon.

Latihan bersama ini biasa di gelar setiap hari Sabtu sore sekitar pukul 14.00 hingga selesai, dan yang datangpun tentunya cukup banyak dari beberapa pecinta burung, baik muda dan tua, hingga para pendatang new comer yang mencoba terjun langsung untuk menjajal para gacoannya di lapangan.


Yang di pertandingan dalam latihan burung di sini adalah burung, murai, jenggot, pleci, kacer, kenari, lovebird, ijo, ciblek, burung anis bata tidak ada, mungkin di karenakan surutnya penggemar anis serta kelangkaan burung anis di Cirebon, bisa jadi jika adapun harganya tidak kira-kira sangat mahal, namun tidak menyurutkan latberan disini menjadi sepi, malah tetap ramai di kunjungi oleh para kicau mania.

Tiket pendaftaran pun sangat murah meriah dalam latihan burung ini, hanya dengan Rp. 10.000,- ( sepuluh ribu rupiah ) saja burung anda dapat masuk dalam daftar latihan bersama di sini, juri-juri pun sangat fair dalam setiap penilaian burung menurut kelas-kelasnya.

Sebagai sarana latihan tak jarang banyak bibit-bibit atau burung-burung berprospek bagus tercipta di sini, dan banyak juga dijadikan sebagai ajang transaksi burung-burung yang berpospek untuk lebih di poles kedepannya.

Bagi para pehobi burung baik hanya sekedar pendengar atau penikmat kicau burung ataupun memang burung anda di kondisikan untuk kontes sebenarnya, coba saja datang ke Lapangan Garuda Tegalwangi Cirebon setiap Sabtu sore, test dan jajal mental burung anda, apakah sudah layak tampil atau hanya rajin di rumah saja, hanya di lapangan yang dapat membuktikannya. Salam Kicau Mania

Burung Paling Tua Di Dunia

ditemukannya nenek moyang burung tertua di dunia
Spesies menyerupai burung yang diketahui selama ini sebagai nenek moyang burung ternyata bukanlah unggas pertama. Sebelumnya, sudah ada spesies berbulu di jaman dinosaurus yang diyakini sebagai spesies purba dari burung yang ada hari ini.

Temuan dinosaurus berbulu ini sekaligus mengubah cara manusia melihat burung serta evolusinya, ujar para ilmuwan, seperti dilansir Daily Mail, Sabtu 26 Januari 2013.

Fosil unggas sepanjang 30 cm menjadi bukti kuat bahwa sesungguhnya ada burung yang menjelajahi langit Bumi di jaman dinosaurus. Kehadirannya menentang asal-usul spesies unggas selama ini.

Sebelumnya, para ilmuwan percaya bahwa burung berevolusi dari dinosaurus sejenis Theropods, dari awal zaman Cretaceous, sekitar 120-130 juta tahun yang lalu.

Namun, temuan baru di daerah Timur Laut China ternyata jauh lebih tua ketimbang Theropod yang hidup di pertengahan zaman Jurassic.

Ilmuwan memperkirakan, Eosinopteryx berada di Bumi lebih dari 145 juta tahun yang lalu.

"Penemuan ini menggugurkan keraguan lebih lanjut pada teori sebelumnya, bahwa fosil Archaeoptryx yang terkenal dan disebut-sebut sebagai burung pertama. Dan temuan ini sangat penting bagi evolusi burung modern," kata Dr Gareth Dyke, dosen senior untuk Vertebrate Palaeontology dari University of Southampton.

"Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa asal-usul burung atau unggas jauh lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya," pungkas Dyke.

Menurut analisa pada fosil, burung purba Eosinopteryx memiliki tubuh berbulu dan tidak bisa terbang. Sebab, lebar sayapnya terlalu kecil, dan lagi pula struktur tulangnya membatasi kemampuannya untuk mengepakkan sayap.

Sumber : vivanews

Gara-Gara Si Wiwik Harga Burung Jatuh

Burung wiwik kelabu perusak harga
Ini adalah salah satu musuh besar bagi para penggemar burung lomba, dan karena burung inilah harga burung menjadi drop atau jauh menjadi murah, saya sendiri kurang begitu paham dalam hal ini mengapa jadi demikian.

Bagi anda yang belum pernah melihat bentuk burungnya tapi mungkin sudah banyak yang mendengar salah satu suara burung ini, seperti inilah burung yang paling banyak di buru oleh para pecinta burung kontes untuk di musnahkan, ( maksudnya suaranya nya itu )

Bagaimana tidak panik jika salah satu burung kontes mereka menyanyikan lagunya si wiwik, yang jelas pastinya akan pusing, karena jika sudah hafal lagunya si wiwik, si burung akan susah melupakannya, mungkin menurut burung ( red: kontes ) sangat enak di dibawakannya.

Dia adalah yang bernama burung Wiwik Kelabu, burung perusak lagu atau ocehan burung-burung kontes,  wikwik kelabu adalah sejenis burung anggota suku kangkok (Cuculidae). 

Burung wiwik ini kerap ditemui di lingkungan pedesaan atau dia akan bernyanyi di pohon-pohon yang lumayan tinggi dan burung ini dikenal dengan banyak nama, mulai dari kedasih atau daradasih (nama umum, Jawa.), kedasi, sit uncuing, sirit uncuing, atau manuk uncuing "emprit ganthil", dan yang lebih familiar burung ini disebut burung orang meninggal menurut anak-anak Betawi.

Burung Wiwik Kelabu ini mempunyai bahasa ilmiahnya Cacomantis Merulinus, dan dalam bahasa Inggrisnya burung ini dinamai Plaintive Cuckoo karena suaranya yang mendayu-dayu, orang Belanda menyebutnya ( Kleine ) Piet van Vliet mengikuti bunyi panggilannya yang khas.

Biodata si Wiwik ini adalah, burungnya berukuran agak kecil; panjang tubuh (dari ujung paruh hingga ke ujung ekor) sekitar 21 cm, burung dewasa berwarna kelabu di kepala, leher dan dada bagian atas. Punggungnya merah kecoklatan dan perutnya kuning jingga, sisi bawah ekor dengan warna putih di ujung-ujung bulu yang kehitaman.

Burung muda berwarna burik, kecoklatan dengan garis-garis hitam di sisi atas tubuh, dan keputihan dengan garis-garis hitam yang lebih halus, burung betina kadang-kadang berwarna seperti burung muda, sehingga mungkin terkeliru dengan burung Wiwik lurik ( C. sonneratii ) yang berkerabat. Bedanya, Wiwik lurik memiliki alis dan pipi keputihan, iris mata berwarna merah. Paruh kehitaman di atas dan kekuningan di bawah. Kaki kuning. 




Meski suaranya sering terdengar, wiwik kelabu agak sukar teramati, dia bunyi dalam kelindungan tajuk pohon tanpa bergerak-gerak atau berubah posisi, tidak jarang pula suara ini terdengar di malam hari, di musim berpasangan, burung-burung ini aktif berkejaran sambil bersuara pendek

Sebagaimana kerabatnya yang lain ( marga Cacomantis, Cuculus dan Chrysococcyx ), Wiwik kelabu adalah burung yang bersifat parasit. 

Burung ini  konon katanya tidak membuat sarangnya sendiri, akan tetapi dia akan menitipkan telur-telurnya pada sarang burung-burung kecil seperti burung cinenen, perenjak, pijantung, cica-daun dan lain-lain, untuk menjamin kelangsungan hidup anaknya, warna bulu burung kedasih muda dan dewasa pun berbeda, perilaku inilah yang menjadikan burung wiwik kelabu sebagai burung parasit.

Telurnya berwarna kebiruan atau berbintik keputih-putihan, mirip meski lebih besar daripada– telur burung yang dititipinya.

Kerap sekali oleh sebagian masyarakat pada umumnya, burung wiwik kelabu dipercaya sebagai burung orang mati, kareena suara kicauannya dianggap sebagai pertanda datangnya atau adanya orang mati.

Dengan mendapat predikat nama burung orang mati inilah, Burung wiwik kelabu ini sangat tidak disukai oleh para kontes mania burung kicau dimanapun, karena ( JIKA ) dengan adanya suara burung wiwik kelabu atau burungnya orang mati ini telah ada di burung kontes nya, maka dipastikan harga burung mereka pun menjadi mati alias jatuh. Ada - ada saja yah...?

Mau dengar lagu yang di bawakan oleh si wiwik, ini dia lagunya

Ternyata Masih Ada Branjangan Asli Cirebon

Danau Buatan Setu Patok Mundu Cirebon
Khusus untuk pecinta burung Branjangan di kota Cirebon janganlah menganggap bahwa burung branjangan sudah tidak ada lagi di kota cirebon, ternyata dugaan itu salah besar, karena beberapa waktu lalu saya secara kebetulan bertemu dengan salah seorang pencari burung tersebut dan ternyata Burung Branjangan asli Cirebon masih ada dan di temukan, tepatnya di Setu Patok Mundu, Kab. Cirebon.

Selama ini pasti banyak yang menganggap bahwa burung branjangan yang ada saat ini yaitu burung branjangan jenis Beber, Ciperna atau Serang dan mungkin yang lainnya sesuai dengan asli daerah masing - masing khususnya di Cirebon dan umumnya untuk daerah Jawa Barat.

Bagi yang bukan dari daerah Cirebon mungkin sangat asing untuk tempat yang bernama Setu Patok di Cirebon, sedikit saya informasikan Setu patok ini adalah Danau atau waduk sengaja di didirikan untuk suatu kepentingan pengairan sawah - sawah di sekitarnya.


Waduk Setu Patok Saat Normal dengan air yang melimpah

Waduk / Danau Setu Patok yang memiliki luas kurang lebih 176 hektar dengan kapasitas tampung maksimal mencapai 14.000.000 meter kubik air, berfungsi sebagai pengairan untuk lahan pertanian bagi masyarakat setempat juga di manfaatkan oleh masyarakat untuk budidaya ikan tawar.

Pertanyaannya adalah dimana ke beradaan burung Branjangan tersebut, singkatnya burung branjangan ini muncul entah dari mana datangnya, pada saat danau atau waduk ini mengalami kekeringan beberapa bulan yang lalu, anda pasti sedikit tidak percaya, bahwa waduk yang begitu banyak airnya hingga kering kerontang, seperti gambar di bawah ini :

waduk atau danau setu patok kering
Waduk Setu Patok Saat mengalami Kekeringan Extrem

Waduk Setu Patok hijau setelah di guyur hujan beberapa hari

Branjangan asli Cirebon dari Setu Patok inilah muncul keberadaannya entah dari mana, sayang dan maaf karena saya tidak menampilkan Foto burung Branjangan tersebut karena pada saat itu burung asli yang didapat dari sini ada di rumah seseorang yang kebetulan jauh dari tempat danau ini.

Seseorang yang lupa saya tanyakan namanya ini bercerita bahwa pada saat kering inilah banyak yang mencari burung di sini dengan menggunakan jaring, katuranggan burung branjangan ini besar dan berwarna kemerahan dan bersuara keras, coletah nya, karena dia memeliharanya.

Harganya pun beda dengan harga burung branjangan yang di jual di Pasar Burung Plered Cirebon yang berasal dari Jawa Tengan / Jawa Timur, katanya dia beli seharga Rp. 130.000 hasil dari tangkapan di Danau ini.

Saat itu saya langsung mengunjungi danau tersebut dan saat saya mengunjungi Danau Setu Patok ini ternyata keadaannya telah berubah, padahal saya ingin sekali melihat para mencari burung branjangan tersebut, next saya akan tampilkan foto burung branjangan asli dari Setu Patok Cirebon.


Komunitas Pecinta Hobi Burung Berkicau

Manfaat Serat Dan Biji Cannabis | Biji Fumayin

Biji Fumayin
Beberapa tahun lalu silam tepatnya pada tahun 1990an, pernah ada berita menghebohkan, bahwa bungkil / Ampas pakan ternak dari RRC, tercampur biji ganja, yang benar, bahwa bungkil itu bukan tercampur, melainkan berasal dari biji ganja cannabis sativa, memang dibudidayakan secara luas untuk diambil serat dan bijinya.

Cannabis yang dibudidayakan untuk diambil serat dan bijinya adalah Cannabis sativa L. subsp. sativa var. sativa. ( sebut saja Biji Fumayin ), Kultivar yang diambil seratnya, berbatang tinggi, bisa sampai 4 m, dan cara menanamnyapun selalu ditanam dengan tingkat kepadatan tinggi (jaraknya sangat rapat), Kultivar yang diambil bijinya berbatang lebih pendek, dan ditanam dengan jarak lebih jarang.

Cannabis yang ditanam untuk industri farmasi adalah Cannabis sativa L. subsp. indica (Lam.) Small & Cronq. var. kafiristanica (Vavilov) Small & Cronq. dan Cannabis sativa L. subsp. indica (Lam.) Small & Cronq. var. indica (Lam.) Wehmer.

Serat cannabis disebut hemp, dan merupakan bahan benang (kain), karung, tali, serta kertas, penanaman dan pasca panen hemp, sama dengan kenaf (Hibiscus cannabinus), dan jute (Corchorus olitorius).

Cannabis ditanam dengan menebar biji, lalu setelah tanaman tua, batang dicabut, proses deguming, dilakukan dengan perendaman batang berikut kulitnya pada lumpur.

Biji cannabis dipanen untuk diambil minyaknya, dengan ampas berupa bungkil, pada proses pengepresan, ada saja biji yang terlewat, hingga terikut atau terbawa dalam bungkil, Itulah yang tahun 1990an pernah dihebohkan. 

Sedangkan Ganja, hashish, dan marijuana, dihasilkan dari bunga betina tanaman cannabis, yang sudah cukup tua, berikut dengan daun di sekitar bunga tersebut, Hingga istilah "melinting atau mengisap daun ganja", sebenarnya salah kaprah. 

Bahan aktiv yang terdapat dalam ganja adalah Δ9-tetrahydrocannabinol (delta 9-tetrahydrocannabinol), atau lebih dikenal dengan sebutan THC. 

Cannabis sebagai penghasil serat, minyak dan bungkil, serta bahan obat, sudah dikenal dan dibudidayakan di Asia sejak 10.000 tahun yang lalu (8.000 tahun SM).

Serat cannabis, melalui proses deguming, bisa dipintal tunggal (100% cannabis), tetapi biasanya dengan diblendid (dicampur), biasanya serat cannabis dicampur katun (kapas), sutera, atau rayon, dipintal dan ditenun menjadi kain dan selain untuk bahan kain, serat cannabis juga merupakan bahan tali, terpal, kanvas lukisan, dan karung. 

Di Eropa, serat cannabis digunakan sebagai campuran semen dalam pembuatan batako bahan bangunan. Serat cannabis selain berfungsi sebagai penguat, sekaligus juga membuat batako menjadi lebih ringan, porous, dan tidak memantulkan suara. Lapisan dalam mobil Mercedes-Benz menggunakan "biocomposite", untuk panel-panelnya. Kelebihan dari cannabis adalah bisa tumbuh dengan sangat cepat.

Produksi serat cannabis 250% dibanding kapas species (Gossypium hirsutum, dan Gossypium barbadense), dan 600% dibanding flax (Linum usitatissimum).

Kelebihan cannabis dibanding kapas dan Flax, ia bisa dibudidayakan di kawasan yang lebih basah sedangkan Kapas hanya bisa dibudidayakan di kawasan yang ekstrim kering, dengan sinar matahari 17 jam pada musim panas sedangkan Flex hanya bisa dibudidayakan di kawasan beriklim dingin.

Manfaat biji cannabis/fumayin lebih luas lagi dibanding seratnya, biji cannabis bisa dikonsumsi segar (seperti kacang), untuk snack, tetapi yang paling lazim adalah diambil minyaknya.

Minyak cannabis punya keistimewaan, akan menjadi seperti plastik dan sangat kuat setelah mengering, karena sifatnya ini, minyak cannabis, sama dengan minyak flax, digunakan sebagai media (minyak) untuk melukis, meskipun bersifat seperti plastik, minyak cannabis bisa digunakan sebagai minyak goreng biasa, untuk sourtening pada pembuatan kue, dan juga sebagai bahan kosmetik dan setelah diambil minyaknya, bungkilnya menjadi bahan pakan ternak.

Biji cannabis mengandung nutrisi cukup tinggi, dalam 100 gram biji cannabis terkandung kalori 503, protein 23, karbohidrat 35, serat 35, lemak 30, saturated fat 3, palmitic 16:02, tearic 18:01, monounsaturated fat 4, Oleic 18:1 (Omega-9) 4, polyunsaturated fat 23, linoleic 18:2 (Omega-6) 17, linolenic 18:3 (Omega-3) 5, linolenic 18:3 (Omega-6) 1, Moisture 6, abu 6, vitamin A (B-Carotene) 37 IU, Thiamine (Vit B1) 1 mg, Riboflavin (Vit B2) 1 mg, Vitamin B6 0 mg, Niacin (Vit B3) 1 mg, Vitamin C 1.0 mg, Vitamin D 10 IU, Vitamin E 3 IU, Sodium 0 mg, Calcium 2 mg.

Karena manfaatnya yang sangat luas, serta strategis, cannabis dibudidayakan secara luas di AS, RRC, Taiwan, Australia, Selandia Baru, India, dan Eropa.

Budidaya cannabis sebagai penghasil serat (hemp), maupun penghasil biji, tidak mungkin disalahgunakan untuk menghasilkan ganja, sebab bunga betina cannabis penghasil biji pun, kandungan THCnya sangat rendah, apalagi cannabis penghasil serat, yang tumbuh tinggi, tanpa cabang / ranting yang ada bunganya.

Namun demikian, budidaya cannabis untuk bahan serat maupun diambil bijinya, juga tetap memerlukan pengawasan.

Selama ini Cannabis sativa hanya dikenal sebagai tanaman ganja, padahal Cannabis sativa L, terdiri dari dua sub spesies, yakni :
  1. Cannabis sativa subsp.sativa
  2. Cannabis sativa subsp. indica.

A. Cannabis sativa subsp. sativa, terdiri dari dua varietas, yakni :
  1. Cannabis sativa subsp. sativa var. sativa;
  2. Cannabis sativa subsp. sativa var. spontanea.
B. Cannabis sativa subsp. indica, juga terdiri dari dua varietas, yakni :
  1. Cannabis sativa subsp. indica var. indica,
  2. Cannabis sativa subsp. indica var. kafiristanica.
Dan Dua yang terakhir inilah yang bunga betinanya disebut ganja, Ganja sendiri, di banyak negara bebas digunakan seperti halnya rokok, Sebab efek samping ganja, tidak seberat cocain, morfin, dan heroin.

Di Indonesia, ganja termasuk kategori narkotika yang budidaya serta perdagangannya dilarang, padahal di banyak negara, cannabis adalah tanaman industri sangat penting, dan kita sering mendengar bahwa daun ganja muda enak disayur, minyak biji ganja bisa untuk memasak.

Konon masakan padang diberi bumbu minyak ganja. Itu semua benar, sebab Cannabis sativa, memang bukan hanya tanaman penghasil ganja, hanya saja kembali kepada individu seseorang masing - masing yang menyalahgunakan dengan tidak baik dan memang mempunyai maksud berbeda.