Paruh Burung Enggang Dan Sisik Trenggiling

Penyelundupan paruh burung enggang di Gagalkan
Penyelundupan Paruh Burung Enggang dan sisik Trenggiling berhasil di Gagalkan, Upaya penyelundupan sebanyak 248 pcs paruh burung enggang dan 189 keping sisik trenggiling, berhasil disita petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Bandara Soekarno Hatta (BSH), Jumat (4/1/2013).

Kepala Bea dan Cukai BSH, Oza Olivia mengatakan penegahan paruh burung dan sisik trenggiling yang dilindungi Undang-undang dilakukan berkat kerjasama dengan Aviation Security PT Angkas Pura 2 BSH.

Upaya penyelundupan dilakukan oleh 4 warga China berinisial YZ, LZ, WQ, LB yang akan bertolak dari Jakarta menuju Hongkong menggunakan pesawat China Airlines dengan nomor penerbangan CI-678.

"Estimasi rupiah atas dua jenis hewan langka yang dilindungi Undang-undang itu setara dengan Rp. 1 milliar," ujar Oza Olivia sembari menambahan paruh burung enggang dan sisik trenggiling biasanya ditemukan dari Kalimantan dan Pontianak.

Sementara, Kepala Cabang SGM PT AP 2 BSH, Bram Subroto menghimbau untuk seluruh masyarakat untuk tidak membawa barang-barang yang dilindungi Undang-undang. "Karena tindakan seperti itu tidak akan kami tolerir," kata Bram.




Upaya penyelundupan paruh burung enggang dan sisik trenggiling dimaksud melanggar Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 tahun 1999, tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa.(Ali)

Caption Foto: Petugas KPBC BSH tengah memamerkan barang bukti paruh burung enggan dan sisik trenggiling yang hendak diselundupkan lewat BSH.(Ali). ( Sumber : kabar6.com )


Tipu Daya Cara Burung Jantan Memikat Betina

Ada-ada saja burung bisa bohong
Sama seperti manusia para pria yang berupaya tampil maksimal saat mereka sedang berupaya merebut hati calon pasangannya, burung-burung jantanpun juga melakukan hal yang serupa, ada - ada saja.

Sebagai contoh, Burung Zebra Finch ( Taeniopygia guttata ) menggunakan nyanyian untuk membohongi burung betina yang baru mereka temui dengan berpura-pura bahwa mereka berada dalam kondisi fisik yang sempurna.

Burung-burung ini bertingkah seolah-olah mereka lebih sehat dibanding sebenarnya di hadapan betina yang baru dikenal. Namun, kepada pasangannya sendiri, yang sudah mampu membedakan kondisi fisik sebenarnya dari burung jantan yang bersangkutan dari suara nyanyian mereka, para pejantan ini tidak lagi berpura-pura.

Sasha Dall, peneliti dari University of Exeter, Inggris, menyebutkan, bernyanyi merupakan metode ujian yang sangat handal untuk mengetahui kondisi para burung karena aktivitas tersebut membutuhkan banyak energi. Burung jantan yang sehat dan kuat diketahui mampu bernyanyi dengan suara yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Inilah yang membuat para burung betina tertarik.

Dalam studinya, Dall dan timnya serta peneliti dari Universite de Bourgogne, Prancis mengamati 91 ekor burung Zebra Finch jantan dan 91 betina dalam sebuah koloni dari kawasan Prancis dan 12 pasang Zebra Finch dari kawasan Inggris. Kondisi fisik tiap-tiap burung mereka catat.

Peneliti kemudian membuat video rekaman saat burung jantan dan betina saling berjumpa, baik untuk durasi pertemuan yang sebentar ataupun dalam durasi cukup lama. Peneliti lalu membandingkan pula situasi jika para burung jantan dan betina saling bertemu dengan pasangan yang sudah dikenal ataupun dengan pasangan yang belum mengenal satu sama lain.

Mereka juga memonitor dan memantau apakah para burung menunjukkan tanda-tanda saling tertarik dan melanjutkan ke tahapan berikutnya, yakni berketurunan.

Ternyata, diketahui bahwa tidak ada beda antara nyanyian burung jantan jika bertemu dengan burung betina yang baru mereka jumpai baik dalam durasi singkat ataupun lama.  Burung jantan yang dalam kondisi tidak sehat akan coba “menipu” calon pasangan dengan menggunakan berbagai variasi nyanyian agar memberikan kesan yang baik di mata para betina yang baru mereka temui.

Tetapi, saat burung jantan itu berada di dekat pasangan hidupnya, burung jantan yang dalam kondisi sehat bernyanyi dalam nada yang lebih tinggi dibandingkan dengan burung jantan yang dalam kondisi tidak fit. Burung jantan yang dalam kondisi buruk tidak berupaya bernyanyi dengan lebih indah bagi pasangan hidupnya.

“Ini merupakan penelitian pertama yang menemukan bukti bahwa ada hubungan antara kondisi tubuh pejantan dan perbedaan nyanyian saat mereka bertemu dengan burung betina,” kata Morgan David, ketua tim peneliti yang melaporkan temuan itu di jurnal Proceedings of the Royal Society B.

“Temuan ini bisa menghadirkan implikasi yang signifikan untuk mempelajari lebih lanjut evolusi dari pola perkenalan, seperti nyanyian burung,” ucapnya. (Abiyu Pradipa/National Geographic Indonesia)

Sumber : Kompas.com

Tahukah Anda Dari Mana Asal Burung Kenari

Tahukah Asal Burung Kenari
Burung Kenari semua orang pasti sudah mengenalnya baik dari jenis dan suaranya, dan semua orang pasti menyukai burung ini disamping karena hobi yang akhirnya menjadi mata pencaharian sebagai sumber penghasilan karena memang burung ini sekarang sudah banyak peternaknya, tapi tahukah anda tentang Burung Kenari ini asal-usulnya?

Burung Kenari ini hidup aslinya sebenarnya di daerah hutan terbuka, makanan aslinya adalah biji-bijian serta buah-buahan dan serangga-serangga kecil, sarangnya terbuat dari dedaunan dan serat kayu.

Burung Jenis Kenari ini adalah merupakan anggota dari kelompok gelatik yang sangat riang bernyanyi, dan tahukah anda, bahwa Kenari saat ini yang berada di Indonesia sudah merupakan keturunan Kenari - kenari liar yang berasal dari Kepulauan Canary.

Tapi apakah anda sudah mengetahui nya tentang Kepulauan Canary, Kepulauan Canaria terdiri dari tujuh pulau vulkanik yang terletak di Samudra Atlantik, sebelah barat laut pesisir Afrika ( Maroko dan Sahara Barat), kepulauan ini termasuk dalam wilayah Spanyol dan merupakan salah satu komunitas otonomi negara itu. Kepulauan Canaria juga diklaim oleh Maroko.

Awal cerita tentang Burung Kenari ini pada tahun 1478 kepulauan Canary ditaklukan oleh Spanyol, kemudian Kenari liar yang berhasil di tangkap di ternakkan di Spanyol, dan suatu hari kapal Spanyol yang membawa barang dagangan burung Kenari kandas di dekat Pulau Elba, Italia dan akhirnya Burung Kenari tersebut banyak yang terbang dan lepas ke Pulau Elba akhirnya berkembang biak di pulau tersebut, bangsa Spanyol hampir kurang lebih seabad lamanya menguasai perdagangan Burung Kenari di Dunia.

Hingga akhirnya Bangsa Italia dan Jerman pun ikut juga dalam menernakkan Burung Kenari sekaligus memperdagangkannya ke seluruh Eropa, yang pada akhirnya banyak istilah burung Kenari Holland, Jerman, Kenari Rusia dan Belgia, ada juga Kenari Norwich, Kenari Yorkshire, Kenari Gloster dan Burung Kenari Roller.

Di Indonesia lebih di kenal dengan Kenari Fusan atau Kenari Taiwan Yorkshire dan persilangannya, karena bangsa Eropa ini membawa burung kenari berkeliling dunia sebagai burung peliharaannya hingga sampai dim Indonesia, China Selatan serta India, sedangkan di Indonesia sendiri kenari ini tersebar ke daerah Jawa, Kalimantan serta Pulau Sumatera.

Sumber : Anang Dewanto & Maloedyn Sitanggang, dalam Bukunya merawat dan melatih burung kicauan dan Wikipedia

Ada Burung Laut Terbaru Di Temukan Di Hawai

Ditemukan Jenis Species Burung Baru Di Hawai
Spesies burung laut baru bernama Puffinus bryani ditemukan di Hawaii, Amerika Serikat. Penemuan jenis burung ini merupakan yang pertama di Amerika Serikat sejak 30 tahun terakhir. Jenis baru ini ditemukan lewat analisis spesimen yang diambil di Midway Atol pada tahun 1963.

Burung tersebut sering disebut golongan shearwater. Diketahui, Puffinus bryani memiliki ukuran terkecil dibanding 21 jenis shearwater yang lain. Spesies baru ini juga memiliki ekor yang lebih panjang dan lebih gelap dibandingkan burung sekerabatnya.

Rob Fleischer, Kepala Center for Conservation and Evolutionary Genetics Smithsonian Conservation Biology Institute, mengatakan bahwa P bryani telah lama diduga sebagai spesies baru, tetapi analisis genetik belakangan baru bisa berhasil membuktikan kebenarannya.

"Kebanyakan orang yang melihatnya berpendapat bahwa burung ini tampak sama. Namun, bagi mereka yang telah terlatih untuk melihat perbedaan, burung ini tampak mencolok dibandingkan yang lain," kata Fleischer seperti dikutip National Geographic, Selasa (30/8/2011).

Saat ini, hanya ada satu spesimen P bryani yang ada. Selain spesimen itu, hanya ada foto hasil jepretan tahun 1990 saat seekor P bryani ditangkap sementara dan diambil gambarnya. Akibatnya, ilmuwan memiliki pengetahuan yang terbatas tentang spesies ini.

Ilmuwan telah melakukan ekspedisi ke wilayah Midway Atol untuk mencari individu lain dari spesies ini, tetapi masih sulit menemukan. Ilmuwan akhirnya mengatakan bahwa mungkin saja spesies yang baru ditemukan ini telah punah.

Namun, Fleischer mengatakan, "Burung laut memiliki kebiasaan bersembunyi. Mereka memiliki umur panjang. Jadi mereka bisa keluar ke laut dalam waktu yang cukup lama." Jadi, mungkin saja spesies ini juga masih ada, walau sangat jarang." 

Fleischer menambahkan, jika burung ini masih ada, sangat mungkin burung ini bereproduksi di wilayah Jepang atau Pasifik lain dan hanya tinggal sementara di Hawaii. Ilmuwan sering mencari informasi tentang burung dengan meneliti koloni reproduksinya.

Penemuan jenis burung ini dipublikasikan di jurnal Condor edisi Agustus 2011. Fleischer mengatakan, sangat menyenangkan bisa menemukan spesies baru untuk bisa menambah wawasan tentang jenis yang mesti diperhatikan. "Tetapi, bukan hal baik ketika kita tidak mampu mengelolanya," kata Fleischer.

Sumber : Kompas.com


Burung Cucak Kebon | Trucukan | Jogjog

Burung Trucukan atau Jogjog
Burung Cucak Kebon atau banyak juga yang bilang trucukan atau jogjog pastinya para hobi burung mengenalnya dan burung jenis ini pastinya ada di setiap pasar burung dimanapun, karena burung cucak kebon ini sering banyak di tangkap.

Untuk masalah harga memang burung tersebut tidak terlalu mahal dan banyak juga yang memeliharanya untuk sekedar hobi karena untuk memeliharanya cukup gampang tidak terlalu sulit hanya dengan memberi dia makan buah - buahan dia pun pasti senang.

Merbah cerukcuk serumpun dengan burung cucak - cucakan  ( Family  Pycnonotidae ) seperti salah satunya yaitu burung kutilang mungkin merupakan burung yang paling banyak dipelihara oleh anak-anak di Jawa, terutama yang disukai adalah burung yang masih muda atau masih kecil, sehingga dapat dijinakkan.

Burung yang telah jinak kerap kali tidak akan pergi jauh dari kandangnya, walaupun dilepaskan dengan bebas, setiap saat atau setidaknya sore hari akan kembali untuk meminta makanan kepada pemeliharanya, dalam tangkaran, burung ini biasanya diberi makan buah-buahan seperti pepaya dan pisang, dan serangga kecil seperti ulat, belalang atau cengkerik.

Burung trucukan atau burung merbah atau disebut juga cucak-cucakan ( familia Pycnonotidae ) termasuk ke dalam suku burung kicau kawasan Asia tropis dan Afrika, burung dengan suara yang merdu dan variasi lagu beragam ini dalam bahasa Inggris disebut Bulbuls. ( Yellow-vented Bulbul ) Pycnonotus goiavier

Nama merbah ( bahasa Melayu ) merujuk pada jenis burung kicauan, berbulu suram dan tinggal di semak belukar, termasuk di dalamnya adalah jenis-jenis burung pelanduk, tepus, bentet dan lain-lain.

Burung cucak kebon atau Trucukan ini bukan jenis  burung petarung, namun burung ini bisa melakukan pertahanan untuk menjaga daerah teritorialnya. karena mempunyai kemampuan adaptasi yang cukup  tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.

Burung ini berukuran sedang, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 20 cm, dan sisi atas tubuh ( punggung, ekor ) berwarna coklat kelabu gelap, sisi bawah ( tenggorokan, dada dan perut ) putih kusam. Mahkota kehitaman, alis dan sekitar mata putih, dengan kekang ( garis di depan mata ) hitam. Sisi lambung dengan coretan-coretan coklat, dan penutup pantat berwarna kuning, iris mata berwarna coklat, paruh hitam dan kaki abu-abu merah jambu.

Merbah cerukcuk menyukai tempat-tempat terbuka, semak belukar, tepi jalan, kebun, dan hutan sekunder, burung ini sering berkelompok, baik ketika mencari makanan maupun bertengger, dengan jenisnya sendiri maupun dengan jenis merbah yang lain, atau bahkan dengan jenis burung yang lain, tidur berkelompok dengan jenisnya, di ranting-ranting perdu atau pohon kecil.

Seperti umumnya merbah, makanan burung ini terutama adalah buah-buahan yang lunak, di pekarangan, burung ini kerap melubangi buah pepaya dan pisang yang telah masak, selain itu ia juga memangsa aneka serangga, ulat dan hewan kecil lainnya seperti cacing dan merbah cerukcuk sering menghabiskan waktu lebih lama untuk mencari makanan di atas tanah daripada jenis merbah lainnya.

Berbunyi nyaring dan berisik, cok, cok, ..cok-cok ! ; siulan pendek cuk-co-li-lek.. berulang, kadang-kadang dengan cepat; atau nyanyian bersuara lemah mirip gumam atau gerutuan burung, orang bilang biasanya dengan istilah, golokcilik,golokcilik, golokcilik begitulah bunyi kicauan serupanya.

Sarang cerukcuk berbentuk cawan dari anyaman daun rumput, tangkai daun atau ranting yang halus, dijalin dengan serat tumbuhan dan menempel pada dahan. Di Jawa Tengah didapati pula sarang yang dibangun di sela-sela buah pisang, telur dua atau tiga butir, berwarna keputihan berbintik coklat atau ungu, tercatat bersarang sepanjang tahun, dengan puncaknya Maret sampai Juni.

Burung ini menyebar luas di Asia Tenggara, Semenanjung Malaya dan Filipina. Di Indonesia didapati di Sumatra dan pulau-pulau di bagian timurnya, Kalimantan, Jawa dan Bali. Diduga diintroduksi ke Lombok dan Sulawesi Selatan. Umum terdapat sampai ketinggian 1.500 m dpl.

Beda Jantan Dan Betina Burung Trucukaan ini banyak yang mengatakan bahwa jika jantan  di dalam rongga mulutnya akana terlihat berwarna Kuning dan dapat di pastikan Burung Trucukan Jantan.

Dan jika burung trucukan jantan jika dia berkicau atau ngriwik akan terlihat jambul di atas kepalanya dan terdengar kicauannya atau ngriwiknya lebih keras dari pada betina.

Namun ada pula masukkan yang banyak mengatakan bahwa kelas burung pemakan buah - buahan ini seperti, burung cucak - cucakan kebon, kutilang dan cucak rowo ( Cucak Ijo tidak termasuk ) yang rewel atau yang mempunyai suara ngerol dan ngeropel adalah jenis kelamin yang Betina.

Dunia Burung Dan Hewan dan Wikipedia serta Berbagai Sumber

Masih Adakah Kakatua Jambul Kuning

Masih Adakah Kakak Tua Jambul Kuning
Tahukah anda bahwa Burung Kakatua Jambul Kuning, Yellow-crested Cockatoo ( Cacatua sulphurea ) dari Indonesia diindikasikan terancam punah. 

Berdasarkan data yang dikeluarkan LSM perlindungan satwa liar, ProFauna Indonesia, setidaknya ada sekitar 200 – 300 ekor burung Kakatua Jambul Kuning diperdagangkan di berbagai pasar burung di Jawa dan Bali. Selain itu, juga diselundupkan ke Singapura melalui Batam sepanjang tahun 2002- 2003.

Pada tahun 2004 yang silam ProFauna mencatat puluhan ekor burung Kakatua Jambul Kuning tangkapan dari alam berada di pasar burung Singapura di kawasan Serangoon Ave dan Pasar Catucjak di Bangkok. "Jika dibiarkan, burung ini akan habis. 

Di Pasaran dunia, burung ini banyak diklaim sebagai hasil penangkaran. Padahal diduga keras hasil tangkapan dari alam," kata Koordinator Hubungan Internasional ProFauna Indonesia, Hardi Baktiantoro kepada wartawan di Kantor ProFauna Indonesia di Malang, Selasa (21/9).

Menurut Hardi, burung ini sebenarnya telah dilindungi secara nasional melalui UU No. 5 tahun 1990 dan PP No. 8 tahun 1999. Meski demikian masih belum aman dari perburuan dan perdagangan. Rencana pemulihan species ini yang dilakukan sejak tahun 1997 bertujuan untuk mengurangi perburuan, penegakan hukum dan peningkatan kesadaran masyarakat. "Tetapi, hasilnya kurang memuaskan," ujar Hardi.

Pemerintah Indonesia sudah meminta bantuan dunia internasional untuk turut melindungi jenis ini dengan memasukkannya ke dalam Appendix I CITES yang isinya melarang seluruh bentuk perdagangan komersial kecuali untuk alasan riset ilmiah. Sedangkan dunia internasional sudah berupaya melindungi burung ini dengan memasukkannya dalam Appendix II CITES pada tahun 1981 yang isinya boleh diperdagangkan namun dalam kuota tertentu atau terbatas.

Uni Eropa pada tanggal 14 Desember 1989 memberlakukan penghentian sementara import burung ini dan dibakukan melalui EC Reg.3626/82 dan EC Reg. 338/97. Amerika Serikat melalui US Wild Bird Conservation Act tahun 1992 juga telah memboikot seluruh perdagangan satwa liar yang masuk Appendix II CITES.

Rencananya, 166 negara anggota Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna (CITES) akan bertemu di Bangkok pada tanggal 2–14 Oktober 2004. Pada konferensi yang membahas tata niaga perdagangan satwa liar dan tumbuhan liar internasional, Burung Kakatua Jambul Kuning akan diusulkan dilindungi secara internasional.

Pertemuan yang bertajuk Conference of Parties XIII (COP XIII), menurut Hardi, juga akan membahas sekitar 50 proposal yang menyangkut konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan beberapa species satwa liar dan tumbuhan liar. Satwa-satwa lain yang diusulkan untuk dilindungi adalah Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) yang diusulkan menjadi appendix I, semua jenis Bulus (Amyda spp) yang diusulkan masuk dalam apendik II, dan Labi-labi Moncong Babi (Carrettochelys insculpta) yang diusulkan masuk appendix II.

Konferensi ini akan dihadirti oleh 70 organisasi internasional, termasuk ProFauna, yang tergabung dalam Species Survival Network (SSN). ProFauna Indonesia hadir sebagai observer dari Indonesia untuk yang ketiga kalinya setelah COP XI di Kenya, COP XII di Santiago, Chile dan COP XIII di Bangkok, Thailand. 

Sumber : www.tempo.co

Seberapa Besarkah Kepedulian Kita Terhadap Hewan Liar

Burung Julang Emas Kian Terancam Punah
Kali ini kita mencoba menilik beberapa nasib satwa - satwa liar yang ada di Indonesia ataupun di seputar daerah kita baik itu satwa burung ataupun hewan - hewan liar yang mungkin sampai saat ini masih sering kita jumpai di tempat - tempat pasar burung dan hewan.

Mungkin di Indonesia dan kita sebagai pehobi binatang yang kurang memperhatikan nasib dan tidak pedulinya akan nasib beberapa jenis satwa liar yang mungkin akan terancam punah.

Beberapa nasib satwa-satwa liar di Indonesia mungkin sebagaian terlindungi dan baik-baik saja, tetapi ada juga beberapa dari mereka sebenarnya sangat rentan dan terancam hilang dari muka bumi ini karena mengalami nasib yang sangat buruk dan juga memprihatinkan.

Banyak hewan - hewan liar dan burung yang dijadikan sebagai binatang peliharaan untuk dipelihara dikandang, di ekspor ke luar negeri, bahkan ada yang di bunuh dan juga dijadikan untuk menu makanan ( masakan ) ataupun menu sarapan.

Sebetulnya seberapa besarkah diantara kita yang memperdulikan nasib mereka, sebagai penggemar hewan dan burung kita juga pasti tahu dan seharusnya dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak perlu dilakukan, akan tetapi mengapa masih ada dan banyak yang melakukan hal yang menurut kita tidak perlu dilakukan, dan apakah kita sudah tidak peduli terhadap mahluk hidup di sekelilingnya karena memang semata mereka melakukannya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Jika sudah membicarakan masalah kelangsungan hidup, tidak seharusnya pula kita mengeksploitasi hewan dan burung di setiap hutan dimana situlah tempat hidup mereka untuk berkembang biak.

Berikut ini kita melihat satu dari ribuan kejadian diluar sana, bahwa mereka masih melakukan tindakan yang menurut saya sebetulnya tidak perlu terjadi.

Ket. 
  • Puluhan burung julang emas (Aceros undulatus) disita petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, beberapa Tahun yang silam tepatnya 2011. 
  • Selain itu petugas juga menyita satwa dilindungi lainnya yang akan diekspor yaitu seekor burung elang jenis ular bido dan seekor lutung jawa dari seorang pedagang satwa di Klaka, Lumajang, Jawa Timur. SURYA/SUGIHARTO.
Trenggiling (Manis javanica)

Ket.
  • Siap Untuk Di Eksport / Di Jual








Tringgiling gantung ini juga siap di perjual belikan
Tringgiling Gantung













Tringgiling Susu
Tringgiling Susu













 










kukang









Elang Jawa (Spizaetus bartelsi)








 Elang Ular Bido (Spilornis cheela)









Elang Ular Bido (Spilornis cheela)







Alap-alap Sapi (Falco moluccensis)











Yang kita lihat ini adalah hewan - hewan liar yang diperjual - belikan, mungkin kita semua tidak dapat menyangkan bahwa hal ini bisa terjadi, tetapi memang hal ini sudah terjadi dan beberapa sudah berhasil dihentikan, tetapi beberapa juga ada yang belum dapat di hentikan.

Jika saja hal-hal ini tidak di berhentikan, bagaimana nasib mereka semua di kemudian hari? Mungkin yang akan terjadi adalah beberapa dari mereka hanya tinggal nama saja ( punah ) dan anak cucu kita hanya dapat mengenalnya lewat foto-foto yang ada saja.

Untuk itu kita harus benar-benar memperhatikan hal ini dan menghentikan semuanya itu dan untuk para pihak yang berwajib untuk lebih memperketat hukum, agar dapat menjauhkan mereka semua dari kepunahan.