Burung Poksay / Poksai Hitam

burung poksay ( garrulax chinensis )
Sebut saja dia adalah burung poksai hitam, dengan bahasa Latinnya adalah Garrulax Chinensis, burung poksay hitam = CHINA / MANDARIN ( Black-throated Laughingthrush Garrulax chinensis ), ini termasuk kedalam suku atau masuk didalam kerabat burung kuda-kuda, atau bisa juga dengan bahasa latinnya red fronted laughingthrush / Garrulax Rufifrons.

Banyak Jenis burung poksai ini, dari poksai jambul putih,  dan poksai Hitam, dan burung poksai ini berasal dari China, Thailand dan menurut sumber informasi burung poksai ini masuk ke Indonesia pada tahun 1950, lumayan cukup lama, akan tetapi di akhir tahun 90an hingga saat ini menurut pantauan saya burung ini sudah sangat jarang di temui di pasar-pasar burung, sama halnya seperti jenis burung Import lainnya yaitu Burung Hwa Mei atau wambi.

Burung poksai atau garraulax palliatus atau yang dikenal juga dengan sebutan The Sunda Laughingthrush banyak ditemukan di negara Brunei, Indonesia dan Malaysia dan burung poksai yang terdapat di Indonesia adalah jenis poksai kuda atau yang disebut Garrulax Rufifrons.
Dan Konon katanya, di negeri asalnya burung ini dinamai Pai hu. Poksay dianggap burung kuburan karena senang memilih tempat tinggal yang sunyi dan rindang seperti kuburan sama halnya dengan burung wambi juga.

Burung Poksai dialamnya selalu hidup berpasangan dan burung ini mempunyai ciri jambul dan juga ekor yang cukup panjang, habitat alamnya yaitu daerah subtropis atau tropis atau daerah hutan tropis yang lembab di dalam semak belukar, atau juga daerah pergunungan yang cukup lembab.

Burung poksai biasanya mencari makanan di percabangan pohon yang lebih rendah atau bisa juga mencari makan di atas tanah, makanan alami burung ini adalahnya serangga kecil yang hidup di antara dedaunan pohon, biji-bijian, atau bisa juga makan buah-buahan yang terjatuh dari atas pohon, juga pemakan serangga dan tawon madu.

Dan ini salah satu suara dari burung poksai hitam

Burung Bondol Haji - Emprit atau Pipit

burung emprit atau pipit
Indonesia adalah negara yang kaya mempunyai banyak ragam burung, salah satunya adalah Burung Emprit atau Pipit atau banyak orang jawa menyebutnya dengan istilah Burung Bondol Haji yang bahasa latinnya adalah Lonchura Maja.

Sekarang Burung Emprit ini mungkin saja lepas dari incaran pemburu - pemburu burung sawah di karenakan burung ini kalah saing dengan burung Pleci.

Burung Bondol Haji ini sering banyak kita jumpai bergerombol di sawah - sawah, apalagi saat padi sudah mulai panen dia akan memakan padi, dan ada cerita apabila burung ini kita rawat sedari piyik atau anakan dan kita master dengan kenari, ciblek dan burung - burung kecil lainnya seperti gelatik, kelak akan mendapat hasil suara yang bagus, ya burung emprit atau pipit bondol haji rasa gelatik, kenari ataupun ciblek dan lainnya, bagaimana apakah anda ingin mencobanya.
Burung ini termasuk dari golongan burung Estrildidae, dan burung ini banyak hidup dan berkembang di Pulau Jawa, Bali dan Semenanjung Malaya, mengapa burung ini bisa di sebut burung bondol haji, mungkin saja karena burung ini mempunyai warna bulu putih yang ada di kepalanya yang seolah - olah seperti memakai peci berwarna putih yang biasanya dalam masyarakat Indonesia peci putih ini dipakai setelah pulang dari berangkat Haji, ada - ada saja ya...

burung emprit jawa


Penampilannya bagus, dengan warna kecoklatan pada seluruh badan, kecuali pada bagian kepalanya yang disaput warna putih, sehingga seperti “wak haji” pakai sorban dan topi. Sepasang bondol haji, dapat bersarang di berbagai pohon sepanjang dirasa aman. Pada kondisi tertentu, si jantan dan betina dapat membangun sarang pada ketinggian hanya 150 cm dari permukaan tanah. Umumnya menyukai pohon-pohon palem untuk menempatkan sarang.

Burung Pipit adalah nama umum bagi sekelompok burung kecil pemakan biji-bijian yang menyebar di wilayah tropis Dunia Lama dan Australasia. 

Burung-burung ini sekarang dimasukkan ke dalam suku Estrildidae, meski ada juga yang menganggap kelompok ini adalah anak-suku ( Estrildinae ), bagian dari suku Passeridae yang lebih luas. Sebelumnya, kelompok burung ini ditempatkan dalam suku manyar-manyaran, Ploceidae.

Jenis-jenis pipit ( termasuk bondol dan gelatik ) senang berkelompok, dan sering terlihat bergerak dan mencari makanan dalam gerombolan yang cukup besar, burung-burung ini memiliki perawakan dan kebiasaan yang serupa, namun warna-warni bulunya cukup bervariasi, ukuran terkecil dimiliki oleh Nesocharis shelleyi yang panjang tubuhnya sekitar 8,3 cm (3,3 inci), meski yang bobotnya paling ringan adalah Estrilda troglodytes (6 g), sedangkan yang paling besar adalah gelatik jawa (Padda oryzivora), yang panjang tubuhnya 17 cm (6,7 inci) dan beratnya 25 g.

Kebanyakan burung pipit tidak tahan dengan iklim dingin dan memerlukan habitat hangat seperti di wilayah tropika, namun ada pula sebagian kecil jenis yang beradaptasi dengan lingkungan dingin di Australia selatan. Pipit bertelur 4-10 butir, putih, yang disimpan dalam sarangnya yang berupa bola-bola rumput.


Sumber : Wikipedia dan Komunitas Pecinta Hobi Burung Berkicau

Merdunya Kicauan Burung Kutilang

Burung ketilang atau kutilang, sebut saja kutilang, salah satu burung merbah atau pemakan buah ini adalah burung yang paling gacor di antara burung berkicau, tapi itu menurut saya, bagaimana tidak, coba anda beli satu burung kutilang dan sesampainya di rumah pasti akan bunyi, trilulit..triluliit, cengklik...cengklik.

Burung ketilang ini dapat menirukan suara burung-burung lain, apalagi jika anda membelinya dari anakan burung ini dapat di master dengan burung kacer, anis, ciblek dan burung berkicau lainnya, sudah barang tentu hasilnya sangat lumayan, tapi jika anda ingin membuat ocehan suara kutilang ini rasa anis, kacer, ciblek dan jenggot janganlah mendempetkan burung bakalan atau anakan kutilangan anda dengan kutilang lagi jika akan suaranya menjadi suara aslinya.

Tapi saya sendiri tidak mengetahuinya atas dasar apa dan mengapa suara burung kutilang ini sangat di haramkan dan dipantangkan oleh para kicau mania burung lomba, agar burung-burung gacoan nya tidak mempunyai suara burung kutilang ini, lagu dari kicauan burung kutilang banyak dihindari penghobi burung khususnya pelomba agar tidak masuk ke atau dibawakan burung lain, khususnya murai batu, kacer, anis merah dan sejumlah burung jenis lainnya.

Burung ini menurut saya kalah gengsi dengan burung pleci cicikacamata, dan burung ini sangat dipandang sebelah mata oleh para pehobi burung, coba anda main dipasar-pasar burung atau berkumpul dengan teman-teman penggemar kicau mania pasti anda akan di tertawakaan jika menyebut atau bisa saja anda ketahuan membeli burung kutilang, saya sendiri tidak habis fikir, apa yang salah pada burung yang satu ini, padahal burung inipun mempunyai suara emas yang cantik, seakan tidak ada harganyakah burung ini, yaah..yaahh ini pengalaman saya saat berkumpul dengan para pehobi kicau mania, atau mungkin saja terjadi pada tempat dan diri anda.

Sekilas Informasi Burung ini adalah, Cucak Kutilang atau Kutilang yaitu sejenis burung pengicau dari suku Pycnonotidae, Orang jawa barat menyebutnya dengan cangkurileung, orang Jawa tengah menamainya ketilang atau genthilang, 

Mengikuti bunyi suaranya yang khas, dalam bahasa Inggris burung ini disebut Sooty-headed Bulbul, sementara nama ilmiahnya adalah Pycnonotus aurigaster karena mengacu pada bulu-bulu di sekitar pantatnya yang berwarna jingga (Gr.: aurum emas, gaster perut)

Kebiasaan burung Cucak kutilang kerap mengunjungi tempat-tempat terbuka, tepi jalan, kebun, pekarangan, semak belukar dan hutan sekunder, sampai dengan ketinggian sekitar 1.600 m dpl, sering pula ditemukan hidup meliar di taman dan halaman-halaman rumah di perkotaan. Burung kutilang acapkali berkelompok, baik ketika mencari makanan maupun bertengger, dengan jenisnya sendiri maupun dengan jenis merbah yang lain, atau bahkan dengan jenis burung yang lain.

Seperti umumnya merbah, makanan burung ini terutama adalah buah-buahan yang lunak, burung kutilang ini  sering menjengkelkan petani karena kerap melubangi buah pepaya dan pisang yang telah masak di kebun, namun sebaliknya burung ini menguntungkan petani karena juga memangsa berbagai jenis serangga, ulat dan aneka hewan kecil lainnya yang menjadi hama tanaman.

Kelompok burung ini acap terbang dengan ribut, berbunyi nyaring cuk, cuk, ..tuit,tuit! ; atau bersiul berirama yang terdengar seperti ke-ti-lang.. ke-ti-lang.. berulang-ulang di atas tenggerannya.

Burung Kutilang juga memiliki kebiasaan untuk berjemur dan mandi embun setiap pagi,hal ini berguna untuk menjaga bulunya yang terus di minyaki, minyak ini berasal dari bagian belakang dekat ujung ekornya yang berhubungan dengan badan, burung Kutilang juga memiliki kebiasaan menaikkan jambulnya bila senang maupun ingin buang air besar, burung Kutilangpun memiliki masa "Mabung" yaitu saat dimana bulu yang lama rontok dan berganti bulu yang baru, di saat Mabung burung Kutilang akan cenderung lebih diam baik secara suara maupun gerakan.

Sarang cucak kutilang berbentuk cawan dari anyaman daun rumput, tangkai daun atau ranting yang halus. Telur dua atau tiga butir, berwarna kemerah-jambuan berbintik ungu dan abu-abu, tercatat bersarang sepanjang tahun kecuali Nopember, dengan puncaknya April sampai September.

Burung kutilang menyebar luas di Tiongkok selatan dan Asia Tenggara (kecuali Malaysia), Jawa serta Bali. Diintroduksi ke Sumatra dan Sulawesi, beberapa tahun yang silam burung ini juga mulai didapati di Kalimantan.

Burung kutilang sangatlah merdu kicauanya dan mudah di dapat dipasar burung, banyak yang mencari burung kutilang untuk sekedar dan di pelihara di rumah, mengapa harus burung kutilang, karena menurut saya burung ini sangat mudah perawatanya dan pakanya serta kicauannya sangat cantik, burung kutilang adalah burung yang suka memakan pepaya, pisang, dan serangga lainya, bisa dikatakan burung pemakan segalanya.

Sumber wikipedia, berbagai sumber dan Komunitas Pecinta Hobi Burung Berkicau

Mau Mendengarkan suara CANTIK burung kutilang silahkan dengar dan download

DOWNLOAD

Burung Jalak Suren ( Sturnus Contra )

jalak uren
Burung sawah yang menarik perhatian para pehobi burung kicau mania, bagaimana tidak, burung sawah yang di namakan Burung Jalak Suren atau sebut saja jalak Uren ini dapat melantunkan segala jenis burung berkicau dengan fasihnya.

Jalak Suren dalam bahasa ilmiah (latin) disebut sebagai Sturnus contra dan dalam bahasa Inggris disebut Asian Pied Starling atau Pied Myna berasal dari famili Sturnidae.

Memang burung sawah, tapi di antara beberapa burung jalak, burung jalak suren ini lah yang mampu dan mempunyai daya ingat serta kecerdasan yang sangat tinggi, burung ini sangat pandai meniru berbagai jenis suara burung berkicau lain seperti burung kacer, burung love bird, burung cucak ijo, burung hwamei, burung kenari, burung murai batu, burung cucak jenggot, burung ciblek, burung branjangan, burung prenjak sawah dan sebagainya.

Burung dari famili Sturnidae ini dapat ditemukan hampir di seluruh Indonesia terutama di Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali. Selain itu burung Jalak suren tersebar juga di berbagai negara seperti Bangladesh, Bhutan, Kamboja, China, India, Laos, Myanmar, Nepal, Pakistan, dan Thailand, dan Burung Jalak suren ini diyakini mampu menjadi penjaga rumah yang handal. 

Burung Jalak Suren termasuk jenis burung yang rajin berkicau dan sangat cerewet ketika melihat orang lewat. Hal ini menjadikan burung ini sering dipelihara untuk menjaga rumah yang sepi atau sering ditinggal dalam keadaan kosong.

Jalak suren berukuran sedang ( 24 cm ), berwarna hitam dan putih. Dahi, pipi, garis sayap, tunggir, dan perut berwarna putih; dada, tenggorokan, dan tubuh bagian atas hitam. Warna hitam ini masih coklat pada burung remaja, Iris berwarna abu-abu; kulit tanpa bulu disekitar mata berwrna jingga; paruh merah dengan ujung putih; kaki kuning.

Sepintas, jalak suren mirip dengan jalak Bali, akan tetapi, ada ciri khusus pada jalak bali yakni memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam.

Bulu jantan dan betina kelihatan sama. Jantan: Ia memiliki badan yang lurus dan lebih besar daripada betina. Bulu kepala dan punggung hitam legam, serta ekornya sedikit lebih panjang dan menyatu. Betina: Tubuhnya bulat dan pendek dengan warna hitam dan putihnya agak suram, kurang lincah dan agresif seperti jantan


Sumber dari beberapa artikel dan Komunitas Pecinta Hobi Burung Berkicau
ebagai burung jinak penjaga rumah. Dengan memelihara burung ini, rumah akan selalu terjaga setiap hari. Mungkin ada benarnya anggapan ini karena jalak suren merupakan burung yang sangat peka. Jika ada orang datang, akan bersuar Read more: http://gudangburung.blogspot.com/2012/04/merawat-jalak-suren.html#ixzz28KLo6WUg

Read more at: http://gudangburung.blogspot.com/2012/04/merawat-jalak-suren.html
Copyright http://gudangburung.blogspot.com/ Under Common Share Alike Atribution
Jalak suren sebenarnya bisa ditemukan hampir di seluruh pelosok Indonesia. Namun, sekarang burung ini semakin sulit ditemukan. Apa yang dialami burung lain, populasinya kian hari kian susut di alam, ternyata juga dialami jalak suren. Pencemaran sawah oleh pestisida, penangkapan untuk dipelihara atau diperdagangkan, dan penciutan hutan merupakan penyebab utama menurunnya populasi jalak suren yang bernama ilmiah Sturnus contra jalla. Read more: http://gudangburung.blogspot.com/2012/04/merawat-jalak-suren.html#ixzz28KLSR2zR

Read more at: http://gudangburung.blogspot.com/2012/04/merawat-jalak-suren.html
Copyright http://gudangburung.blogspot.com/ Under Common Share Alike Atribution
Jalak suren sebenarnya bisa ditemukan hampir di seluruh pelosok Indonesia. Namun, sekarang burung ini semakin sulit ditemukan. Apa yang dialami burung lain, populasinya kian hari kian susut di alam, ternyata juga dialami jalak suren. Pencemaran sawah oleh pestisida, penangkapan untuk dipelihara atau diperdagangkan, dan penciutan hutan merupakan penyebab utama menurunnya populasi jalak suren yang bernama ilmiah Sturnus contra jalla. Read more: http://gudangburung.blogspot.com/2012/04/merawat-jalak-suren.html#ixzz28KLSR2zR

Read more at: http://gudangburung.blogspot.com/2012/04/merawat-jalak-suren.html
Copyright http://gudangburung.blogspot.com/ Under Common Share Alike Atribution
Jalak suren sebenarnya bisa ditemukan hampir di seluruh pelosok Indonesia. Namun, sekarang burung ini semakin sulit ditemukan. Apa yang dialami burung lain, populasinya kian hari kian susut di alam, ternyata juga dialami jalak suren. Pencemaran sawah oleh pestisida, penangkapan untuk dipelihara atau diperdagangkan, dan penciutan hutan merupakan penyebab utama menurunnya populasi jalak suren yang bernama ilmiah Sturnus contra jalla. Read more: http://gudangburung.blogspot.com/2012/04/merawat-jalak-suren.html#ixzz28KLSR2zR

Read more at: http://gudangburung.blogspot.com/2012/04/merawat-jalak-suren.html
Copyright http://gudangburung.blogspot.com/ Under Common Share Alike Atribution

Sekilas Info Tentang Burung Pleci

Sekilas informasi tentang Burung Pleci Kacamata dengan bahasa Latinnya  ( Zosterops Palpebrosus ) adalah nama sejenis burung kecil dari suku Zosteropidae, bangsa Passeriformes ( burung petengger ).
Burung ini  terdapat di hutan-hutan terbuka di kawasan Asia tropis, mulai dari India ke timur hingga Cina bahkan Indonesia, di dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Oriental White-eye.
Dan  beberapa suku burung Pleci kacamata (Zosteropidae) ini  mencakup sejumlah burung pengicau ( Passeriformes)  kecil yang cenderung tersebar di daerah tropika di termasuk Australaia..
Jenis burung Pleci adalah Zosterops, burung-burung anggota suku ini dicirikan dengan lingkaran di sekitar mata berwarna putih ( dari sinilah nama bahasa Inggris " white-eye " berasal ) atau abu-abu.
Banyak anggotanya yang bersifat endemik di suatu pulau atau kepulauan, seperti jenis yang baru ditemukan tahun 2008 di Kepulauan Togian, Sulawesi Tengah.

Burung kecil yang lincah, dengan panjang tubuh ( dari ujung paruh hingga ujung ekor ) sekitar 10–11 cm, sisi atas tubuh tertutup bulu-bulu kehijauan atau hijau kekuningan ( hijau zaitun ), sedangkan sisi bawahnya sedikit bervariasi tergantung rasnya, kecuali leher dan dadanya yang berwarna kuning terang, sayapnya membundar dan kaki-kakinya kuat.

Nama-namanya “kacamata”, white-eye merujuk pada lingkaran bulu-bulu kecil berwarna putih di sekeliling matanya, nama marganya berasal dari kata Yunani yaitu zosterops, yang berarti ”sabuk mata”, penampilan anggotanya sangat "biasa", tidak ada ciri mencolok, kecuali adanya segaris lingkaran di sekitar mata.

Sayapnya melingkar dan memiliki kaki yang kuat, warna bulu biasanya hijau kelabu, tetapi ada jenisnya yang memiliki bulu leher dan perut berwarna putih atau kuning, burung ini kerap membentuk gerombolan besar yang bergerak bersama di antara tajuk pepohonan; bahkan sering juga bercampur dengan spesies lain. 

Meskipun utamanya burung kacamata bersifat pemakan serangga, namun ia pun memakan nektar dan aneka jenis buah, sambil mencari mangsanya di sela-sela dedaunan, burung ini terus bergerak dari satu ranting ke lain ranting, dan kemudian berpindah ke lain pohon yang berdekatan, sambil terus mengeluarkan suara berkeciap tinggi setiap beberapa saat sekali untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok yang lainnya,
semua anggotanya senang berkelompok, terbang dalam kawanan.

Di Jawa, burung ini tercatat bertelur mulai dari Januari hingga Oktober. Telur berjumlah kurang lebih tiga (2–5) butir berwarna biru pucat, diletakkan pada sarang berupa cawan kecil yang khas bentuknya.

Sarang ini terbuat dari akar-akaran, tangkai dan tulang daun, dan bahan-bahan tumbuhan lainnya, serta dihiasi dengan lumut. Sarang diletakkan di percabangan ranting atau rumpun bambu, sekitar 2–4 m di atas tanah.

Di Australia bahkan ada yang menjadi hama di perkebunan anggur karena bertengger di tangkai dan melukai tanaman atau perkebunan.

Dari beberapa sumber

Jalak Kebo / Hitam Sampai Kapan Bertahan

Burung Jalak Kebo ( Kerbau ) bisa juga di bilang jalak hitam memang karena warna bulunya hitam semua, burung ini kerap kali memang berada diatas kerbau-kerbau di sawah yang sedang mencari makan.

Hal ini di karenakan burung Jalak ini gemar memakan parasit atau kutu – kutu yang terdapat pada punggung Sang Kerbau tersebut, dan oleh sebab itu Burung Jalak Hitam ini juga di kenal dengan sebutan Jalak Kerbau.

Jenis Burung ini hampir sama dengan saudara – saudaranya sesama burung yang gemar memangsa berbagai Serangga seperti Belalang, Ulat, Cacing Tanah, Jangkrik, selain itu mereka pun gemar memakan buah – buahan seperti Pisang dan Pepaya.

Burung Jalak Kebo ini termasuk jenis burung berkoloni atau berkelompok bergerombol dalam mencari makan, jenis Burung Kicau yang tergolong dalam suku Sturnidae dengan ukuran tubuh sedangnya yaitu antara 20 -30 cm.

Jumlah Populasinya saya rasa lambat laun cenderung akan menurun karena faktor seleksi alam dan ulah penangkapan yang di lakukan manusia besar-besaran, ini dapat membuat jumlah species burung ini kian di ambang kepunahan, meskipun nasibnya tak separah yang di alami oleh saudara – saudara satu speciesnya yang lain seperti : Jalak Bali, Jalak Suren, Jalak Nias, Jalak Putih dan mungkin burung Jalak lainnya, namun tetaplah hal ini menuntut perhatian kita untuk tetap berusaha menjaga kelestariannya di alam bebas.

Burung ini memang sepertinya tidak banyak mendapat perhatian lebih di kalangan para pemburu burung berkicau, hanya mungkin sebagian penggemar burung yang memandang burung ini dapat dijadikan master burung-burung ocehannya di rumah dan mungkin saja para pehobi burung jalak, dengan ciri tubuhnya tegap, aktif bergerak lincah serta di tunjang pula dengan paruh dan kakinya yang berwarna kuning, bermata Tajam dengan lingkaran putih atau kuning di antara bola matanya. bulu – bulunya berwarna hitam dengan sedikit warna putih pada bagian sayapnya. 

Burung Jalak Kerbau ini memiliki suara yang keras sekaligus berisik, dan kicauannya pandai menirukan suara burung lainnya bahkan konon bisa menirukan suara manusia jika kita merawatnya dengan serius.

Melihat di salah satu Pasar Burung terdapat banyak sekali bahkan ratusan burung jalak kebo ini di juaal oleh pedagang burung didalam sangkar atau tempat ombyokan, ini baru terdapat di salah satu pasar burung, belum lagi di kota - kota lainnya.

Sebetulnya kondisi ini juga akan menghilangkan rantai - rantai makanan pada alam dan dalam beberapa tahun kedepan mungkin saja kita akan jarang menemukan burung - burung ini di pasar burung karena memang sudah tidak ada lagi di alamnya karena ekploitasi yang tidak terkontrol.

Jadi harapannya mudah - mudah ada penggemar burung khususnya dapat menangkarkan burung yang satu ini agar populasinya tidak sampai hilang, atau mungkin memang sudah ada yang menangkarkannya..???

Komunitas Pecinta Hobi Burung Berkicau

Bagaimana Agar Pleci Cepat Bunyi

Sharing informasi tentang cerita burung pleci memang saat ini sepertinya banyak sekali menjadi pertanyaan, bagaimana, kapan, burung pleci saya dapat cepat bunyi, ngoceh, buka paruh ataupun kapan bisa ngoceh ngalas.

Begitulah kira-kira yang menjadi pertanyaan para penggemar burung khususnya para plecia mania, saking banyaknya para pleci mania yang mengeluh akhirnya saya ingin  mencoba berbagi pengalaman tentang burung pleci ini, kapan dan gimana supaya pleci ini cepat bunyi.

Pengalaman saya dalam memelihara burung pleci sepertinya tidak ada yang istimewa, memang sifat dan karakter burung bermacam-macam, apalagi jenis ragam burung pleci di Indonesia ini sangat banyak.

Dalam memelihara burung pleci hendaknya mempunyai kesabaran, kita tidak bisa membuat burung pleci kita yang baru di beli dari pasar dalam waktu singkat harus ngoceh, ngalas, bunyi ngeroll, itu semua perlu waktu, dan pada dasarnya semua burung pleci itu kelak akan bunyi ngerol, ngalas dan ngoceh, saya sendiri sampai saat ini jujur belum dapat membedakan mana pleci jantan dan betina.

Banyak informasi yang saya terima pleci jantan dan betina dan beragam ciri-cirinya, dan ada pula yang mengatakan baik jantan dan berina bisa mengoceh, adapula yang mengatakan pleci betina tidak mengoceh.

Tapi jika anda ingin mencari pleci jantan dan betinanya saya rasa anda para kicau mania / pleci mania sudah memahaminya dari pada saya.

Tips dan trik dalam merawat, memilih dan mencari pleci bagus saya rasa juga anda sudah banyak memahaminya.

Pengalaman saya dalam memelihara burung pleci tidaklah banyak apalagi tips-tips khusus, jujur saya membeli burung pleci hanya 1 ekor dari ombyokan yang berwarna kuning biasa, dan anda tahu saya dalam memilih burung dalam ombyokan itu berdasarkan feeling dan mencari pleci yang menurut saya cocok di hati, satu hal yang saya fokuskan adalah garis melingkar yang berwarna putih pada matanya yang saya pilih yang agak melingkar tebal dan bersih jelas melingkar, ya karena menurut saya bagus dan enak di lihatnya.

Saya akhirnya membeli 1 ekor burung pleci dalam ombyokan itu pun burung pleci yang saya beli tidak ada ekornya, tapi karena saya suka pada garis lingkar putihnya itu ya saya ambil dan saya beli.

Cara merawatnya pun sama sekali tidak ada yang istimewa, dalam memandikan dan membersihkan sangkarnyapun biasa saja, saya memandikan dengan spray / semprot dan membersihkan kotoran dalam sangkarpun dengan menggunakan sikat gigi bekas itupun burung jelalatan dalam sangkar.

Makanan yang saya berikan voer lembut dan buah-buahan seperti pisang, singkat cerita 2 bulan ekor sudah mulai full dan dalam pertumbuhan ekor tersebut si pleci sudah berani ngriwik-ngriwik kecil dan memasuki 3 bulan ini saya juga heran, burung pleci yang saya beli 1 dari pasar di ombyokon sudah memulai ngoceh ngalas, bahkan burung pleci yang saya jagokan di rumah yang menurut saya lebih bagus ( karena saya beli memang sudah ngerol, ngriwik ) malah diem jika di rendeng di gantang berdua.

Jika sudah seperti ini menurut saya banyak sekali kemungkinan dan faktor kebetulan, oke mungkin saja burung pleci yang saya pilih jantan, oke mungkin saja burung yang saya beli dari ombyokan sudah mempunyai bakat mental yang lumayan, dan oke pleci yang saya pilih adalah termasuk dari golongan kriteria pleci yang bagus.

Jadi menurut hemat dan pengalaman yang saya punya ini, dalam memelihara khususnya pleci, kita tidak bisa membuat dan memaksa agar burung pleci yang kita beli di pasar harus cepat bunyi, ngoceh dan ngalas-ngalas, semua ada proses dan masanya serta di barengi kesabaran dalam memeliharanya, baik dalam pemberian makanan dan segalanya.

Itu adalah sedikit pengalaman yang saya punya dalam memelihara burung pleci, adapun segala kekurangannya saya kembalikan kepada anda, karena saya yakin banyak sekali cerita dan pengalaman yang manarik dalam merawat burung pleci seperti saya.

Komunitas Pecinta Hobi Burung Berkicau