Fumayin Dan Performa Burung

Jual Biji Fumayin
Fumayin / hempseed bisa meningkatkan reproduksi dalam beternak ataupun meningkatkan performa burung berkicau dan mempunyai tenaga tambahan dalam bertarung.

Banyak pertanyaan yang di terima tentang efek fumayin atau hemp seed pada performa burung, apakah akan membuat burung menjadi ketagihan dan apakah burung setelah berhenti dikasih makan fumayin akan diam tidak rajin bunyi, namun belakangan keyakinan itu sirna berdasar pengalaman penggunaan hemp seed pada burung dan sejumlah referensi tentang hemp seed atau Fumayin.

Yang jelas, struktur asam amino fumayin sangat berbeda dengan struktur asam amino pada ganja. 

Nah apalagi perbedaan sifat addictive antara fumayin dengan obat terlarang seperti sabu-sabu misalnya, jauh sangat berbeda.

Kalau fumayin bisa menambah semangat tempur burung lomba ataupun semangat kawin untuk burung penangkaran, maka pengaruh itu akan hilang ketika burung tidak mengonsumsi fumayin, tetapi tidak membuat burung ketagihan, hanya saja, karena fumayin itu pada dasarnya adalah “enak dirasa” oleh burung ( karena struktur asam aminonya ) maka ketika burung yang semula diberi fumayin lantas tidak diberi, akan terlihat gelisah.

Kegelisahan burung selama 2-3 hari karena distop pemberian fumayinnya, tidak akan membuat burung menderita ketagihan apalagi membuat burung kesakitan. 

Ini tentu beda dengan ketagihan manusia kepada sabu-sabu misalnya. Orang yang merasakan sakit karena ketagihan sabu-sabu, bisa sangat menderita dan bisa sampai kejemput nyawanya.


INFORMASI PENTING
" Sehubungan dengan beredarnya kabar Biji Fumayin yang berkembang,  biji Fumayin yang kami import adalah biji yang sudah di Oven dan sudah di Sterilkan sehingga tidak dapat di tanam dan tidak akan tumbuh di Indonesia dan dengan kandungan tetrahydrocannabinol nya di bawah 0,3%, sehingga tidak memabukkan dan dapat di uji di lab, serta penggunaanya di khususkan untuk pakan burung, dan import biji fumayin ini resmi kami lakukan sesuai dengan Prosedur yang berlaku, sehingga kami tidak melanggar Hukum, dan  Undang-Undang, serta Aturan dari Pabean yang berlaku di Indonesia".

Info Lebih Jelas, Baca MANFAAT FUMAYIN

 Silahkan Untuk Mencoba Fumayin :
- Fumayin bisa diberikan untuk ternak burung ( love bird, kenari dll )
- Fumayin bisa diberikan untuk burung menjelang / untuk Lomba
- Fumayin bisa menambah performa burung
- Fumayin bisa membuat burung ngedrop akan kembali bunyi
- Fumayin bisa digunakkan untuk burung yang mabung
- Fumayin bisa digunakkan untuk burung yang tidak bunyi
- Fumayin akan membuat burung rajin berkicau
- Fumayin bisa diberikan untuk jenis burung ocehan ( non biji ) dan pemakan biji




Kami memberikan kualitas biji fumayin yang terbaik, artinya biji-biji yang kami jual sudah bersih dari kotoran dan telah melalui proses penyortiran hingga 3 kali, untuk menghasilkan biji yang berkualitas dan berisi tidak ada yang kopong atau kosong, karena itu harga pun kami sesuaikan dengan kualitas yang kami berikan. 

Bagi anda yang ingin memesan dan membutuhkan fumayin dengan biji yang berkualitas terbaik untuk burung kesayangan anda, anda dapat pesan sekarang juga melalui kami di:

081802314466, 081313265787
Harianto

Tersedia juga dalam bentuk Voer untuk burung, sangat cocok untuk burung-burung kecil seperti Pleci, ciblek, gelatik dan bisa buat burung seperti murai, anis, kacer dan yang lainnya.

TJS+Fumayin


STOK TERBATAS

Ajang Test Mental Burung, Tegalwangi Cirebon

sebagai ajang test mental burung latberan rutin
Latber, Latihan Bersama yang sering kita dengar di lapangan adalah untuk melatih beberapa gacoan burung kita sebelum terjun langsung di arena lomba sebenarnya.

Suatu agenda rutin yang telah lama dilakukan oleh beberapa tim kicau mania Cirebon, yang bertempat di samping Lapangan Bola Garuda Tegal Wangi Cirebon, guna memperat pertemanan dan menambah relasi diantara pecinta hobi burung kicau mania Cirebon.

Latihan bersama ini biasa di gelar setiap hari Sabtu sore sekitar pukul 14.00 hingga selesai, dan yang datangpun tentunya cukup banyak dari beberapa pecinta burung, baik muda dan tua, hingga para pendatang new comer yang mencoba terjun langsung untuk menjajal para gacoannya di lapangan.


Yang di pertandingan dalam latihan burung di sini adalah burung, murai, jenggot, pleci, kacer, kenari, lovebird, ijo, ciblek, burung anis bata tidak ada, mungkin di karenakan surutnya penggemar anis serta kelangkaan burung anis di Cirebon, bisa jadi jika adapun harganya tidak kira-kira sangat mahal, namun tidak menyurutkan latberan disini menjadi sepi, malah tetap ramai di kunjungi oleh para kicau mania.

Tiket pendaftaran pun sangat murah meriah dalam latihan burung ini, hanya dengan Rp. 10.000,- ( sepuluh ribu rupiah ) saja burung anda dapat masuk dalam daftar latihan bersama di sini, juri-juri pun sangat fair dalam setiap penilaian burung menurut kelas-kelasnya.

Sebagai sarana latihan tak jarang banyak bibit-bibit atau burung-burung berprospek bagus tercipta di sini, dan banyak juga dijadikan sebagai ajang transaksi burung-burung yang berpospek untuk lebih di poles kedepannya.

Bagi para pehobi burung baik hanya sekedar pendengar atau penikmat kicau burung ataupun memang burung anda di kondisikan untuk kontes sebenarnya, coba saja datang ke Lapangan Garuda Tegalwangi Cirebon setiap Sabtu sore, test dan jajal mental burung anda, apakah sudah layak tampil atau hanya rajin di rumah saja, hanya di lapangan yang dapat membuktikannya. Salam Kicau Mania

Burung Paling Tua Di Dunia

ditemukannya nenek moyang burung tertua di dunia
Spesies menyerupai burung yang diketahui selama ini sebagai nenek moyang burung ternyata bukanlah unggas pertama. Sebelumnya, sudah ada spesies berbulu di jaman dinosaurus yang diyakini sebagai spesies purba dari burung yang ada hari ini.

Temuan dinosaurus berbulu ini sekaligus mengubah cara manusia melihat burung serta evolusinya, ujar para ilmuwan, seperti dilansir Daily Mail, Sabtu 26 Januari 2013.

Fosil unggas sepanjang 30 cm menjadi bukti kuat bahwa sesungguhnya ada burung yang menjelajahi langit Bumi di jaman dinosaurus. Kehadirannya menentang asal-usul spesies unggas selama ini.

Sebelumnya, para ilmuwan percaya bahwa burung berevolusi dari dinosaurus sejenis Theropods, dari awal zaman Cretaceous, sekitar 120-130 juta tahun yang lalu.

Namun, temuan baru di daerah Timur Laut China ternyata jauh lebih tua ketimbang Theropod yang hidup di pertengahan zaman Jurassic.

Ilmuwan memperkirakan, Eosinopteryx berada di Bumi lebih dari 145 juta tahun yang lalu.

"Penemuan ini menggugurkan keraguan lebih lanjut pada teori sebelumnya, bahwa fosil Archaeoptryx yang terkenal dan disebut-sebut sebagai burung pertama. Dan temuan ini sangat penting bagi evolusi burung modern," kata Dr Gareth Dyke, dosen senior untuk Vertebrate Palaeontology dari University of Southampton.

"Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa asal-usul burung atau unggas jauh lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya," pungkas Dyke.

Menurut analisa pada fosil, burung purba Eosinopteryx memiliki tubuh berbulu dan tidak bisa terbang. Sebab, lebar sayapnya terlalu kecil, dan lagi pula struktur tulangnya membatasi kemampuannya untuk mengepakkan sayap.

Sumber : vivanews

Hati-Hati Burung Keluar Dari Sangkarnya

Hati-hati jika burung akan pindah sangkar
Hati-hati jika burung akan pindah Sangkar atau kandang, begitulah kira-kira judul tersebut, tapi bukan berarti kita harus berhati-hati jika burung kita akan berpindah sangkar saja, banyak kemungkinan burung yang kita pelihara terbang alias lepas bebas ke alamnya nya kembali, karena ke cerobohan kita sendiri.

Karena itu, kita mesti berhati-hati walaupun sepertinya sangat sepele dalam memindahkan burung ke tempat sangkar yang kita inginkan.

Mungkin kasus terbangnya atau lepasnya burung seperti ini banyak sekali terjadi pada kita atau para penggemar burung, dan itu tidak pandang bulu baik itu burung murah ataupun burung mahal, semua burung yang kita pelihara pasti akan lepas jika kita tidak berhati-hati dalam segala hal, jika sudah terbang atau lepas, yang rugi kita sendiri, bayangkan burung yang kita suka dan kita beli dengan harga mahal terbang dengan begitu saja ke alam bebasnya kembali.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan agar burung yang kita pelihara jangan sampai terbang atau lepas bebas kembali ke alamnya dari sangkar, yaitu di antaranya :

1. Periksa Sangkar / Kandang Baru
  • Sebelum memindahkan burung ke sangkar yang baru periksa seluruh jeruji-jerujinya, karena sangkarpun buatan manusia, jadi ada kalanya beberapa jeruji sepertinya terlihat rapih tetapi ternyata ada beberapa bagian yang tidak rapat ataupun lepas, jadi periksalah dengan jemari anda secara menyeluruh sangkar tersebut dengan cara memegang dan memutar sangkar untuk memeriksa jeruji-jerujinya dan pastikan tidak ada yang bolong atau patah dan kokoh.
 2. Pindah Sangkar / Kandang
  • Ini yang biasa dilakukan oleh pehobi burung, pindah-pindah sangkar burung, dalam memindahkan burung ke sangkar yang baru, anda harus kembali ke point yang pertama di atas, dan perhatikan jenis burung yang akan dipindahkannya, biasakan dalam memindahkan burung ke sangkar yang baru dengan menggunakan karamba atau pemandian burung agar lebih aman dan tenang, biasanya burung jenis anis, murai, ijo, jenggot, kacer, dan burung-burung besar lainnya.
  • Bila jenis burung Kenari yang biasa dilakukan adalah dengan merapatkan antara pintu sangkar diantara keduanya, pastikan antara pintu sangkar berhadapan dan rapat tidak ada celah longgar.
  • Bagaimana dengan Burung yang mesti di Pegang atau di ambil dalam sangkar, seperti branjangan atau jenis burung lainnya, pastikan tangan atau telapak tangan anda tidak basah, karena jika basah akan membuat bulu-bulu halus burung menempel pada telapak tangan anda, dan jangan ceroboh dalam mengambil serta memegang burung, karena biasanya si burung akan kaget dan liar dan dia akan lepas atau keluar melalui celah pintu sangkar di mana tangan kita berada disitu, jadi rapatkan pintu sangkar dengan cara menutupnya dengan tepalak tangan kita yang satunya agar tidak ada kelonggoran diantara celah pintu sangkar.
3. Sesuaikan Lebar Jeruji Sangkar / Kandang Dengan Burung
  • Dalam hal ini yang di maksud lebar jeruji sangkar adalah jarak antar jeruji dengan jeruji lainnya, pastikan rapat tidak terlalu lebar, perhatikan ukuran badan atau fisik burung, artinya jika burung anda kecil seperti pleci ataupun burung-burung kecil lainnya periksa dahulu apakah burung akan keluar dari jeruji-jeruji sangkar tersebut, sebaiknya anda memilih jeruji yang rapat jangan terlalu lebar, karena jika anda tidak memperhatikan ini, jangan heran bila burung anda akan lepas melalui celah-celah jeruji yang terlalu lebar.
  • Perhatikan alas jeruji sangkar, ini juga penting, biasanya jarak jeruji pada alas sangkar suka beda dengan jarak jeruji sangkar atasnya, karena jika tidak teliti, burung akan lepas juga melalui alas jeruji sangkar pada saat anda membersihkan sangkar, bila mana di dalam sangkar masih ada burung yang kita pelihara.
4. Gantungan Sangkar / Kandang Burung
  • Yang dimaksud di sini adalah bangkolan atau cangkolan pada sangkar atau kandang burung itu sendiri, biasanya gantungan ini menggunakan bangkolan dengan baut atau mur di bawahnya, perhatikan jangan sampai mur tersebut lambat laun akan mengendor ke bawah di karenakan seringnya kita merubah-rubah dudukan atau memutar-mutar gantungan tersebut guna menyesuaikan tempat gantungan, karena dengan begitu sangkar akan jatuh dari bangkolannya.
5. Pintu Sangkar / Kandang Burung
  • Ini yang biasa terjadi pada yang suka burung, pintu sangkar yang sering lupa menutup kembali, memang tidak disalahkan seratus persen juga, tapi ini juga harus berhati-hati, karena ada sangkar yang pintunya jika di buka akan kembali turun jika lancar, tapi jika yang bermasalah, jika di buka dia tidak akan turun kembali dan tetap terbuka, dan saat itu lah dikala kita lupa menutupnya kembali karena dikira pintu sangkarnya akan kembali turun sendiri, burungpun akan bisa keluar melalui pintu sangkar tersebut, karena itu jangan lengah dan lupa, pastikan tutup kembali rapat-rapat pintu sangkarnya,
Semoga beberapa hal di atas akan menjadikan anda akan lebih teliti dan tidak ceroboh dalam memelihara burung agar burung yang kita pelihara tidak lepas atau keluar dari sangkarnya.

Sumber : Komunitas Pecinta Hobi Burung Berkicau 

Mencari Burung Merpati Balap, Super Sprint

tips memilih atau mencari merpati balap
Tips dalam memilih atau akan mencari burung merpati balap gampang - gampang susah, ada yang berdasarkan feeling ada juga yang memang secara teoritis sesuai katuranggan dan bisa juga mencari dilapangan.

Dalam memilih Merpati Balap pasti pecinta burung balap telah mempunyai tips dan triknya masing - masing.

Bagi anda yang ingin memelihara Merpati Balap dan ingin membeli Merpati Balap sebaiknya anda baca dulu beberapa Tips Cara Memilih Merpati Balap yang akan di jabarkan berikut ini.

Diantaranya adalah kejelian dalam memilih menjadi syarat utama untuk dapat memiliki merpati balap yang berkualitas. 

Sebagian besar hobiis merpati balap percaya, bahwa bibit yang baik akan menghasilkan merpati yang memiliki sifat dan keunggulan yang tidak jauh berbeda dengan indukannya, sehingga tidak mengherankan jika merpati yang sering menyabet gelar juara dalam berbagai kontes akan memiliki harga jual tinggi bahkan sangat fantatis. di mana harga merpati balap yang sering menjadi jawara dapat mencapai ratusan juta rupiah.

Namun semua itu tidaklah mudah untuk bisa mendapatkan merpati balap, apalagi si pemilik sangat sayang terhadap merpatinya, sehingga si pemilik tidak akan menjualnya. 

Menurut salah seorang peternak, Bahwa untuk mendapatkan merpati balap sprint berkualitas setidaknya kita dapat mengenali cirri-ciri fisik pada seekor merpatinya, di antaranya adalah :

Kepala
  • Kepala merpati balap yang baik bentuknya seperti pinang muda, yakni lonjong, berukuran cukup besar dan proporsional, sementara lehernya tegak dan pendek, di mana ukuran leher berfungsi dalam menjaga posisi terbang terhadap udara agar tetap streamline.
Mata
  • Merpati balap harus memiliki mata yang jernih dan berwarna dengan kornea mata hitam, kecil serta bening.
Sayap
  • Sayap merpati balap harus rapi, tebal, panjang, lebar dan rapat, bentuk sayap burung merpati yang baik harus rata mulai dari ujung hinga pangkal yang menyerupai daun pisang. Perlu diketahui, merpati balap memiliki dua bagian sayap, yakni sayap terbang primer yang berjumlah 10 helai serta saya sekunder.
Tulang Sayap
  • Adapun bentuk fisik berikutnya yang mudah dikenali adalah ciri pada tulang sayap. Sayap merpati yang baik untuk kelas balap adalah berbentuk merit (bagian pangkal besar, semakin ke ujung semakin kecil), Selain itu tulang sayapnya tebal, keras dan rapat. 
 Tulang Dada
  • Jenis ini sedikit melengkung untuk mengurangi hambatan angin. Merpati dengan tulang dada lebih panjang hingga mendekati anus biasanya memiliki kemampuan terbang tinggi maupun rendah. Sementara merpati yang mempunyai tulang dada pendek memiliki kecenderungan terbang tinggi sehingga tidak cocok diturunkan pada lomba jarak pendek.
Bulu
  • Burung merpati balap terletak pada bulu. Merpati balap sprint unggulan berbulus halus,mengkilap bagai bercahaya sehingga air tidak menempel pada bulu. Untuk bulu ekor, saat dipegang panjang bulu sayap terbang selisihnya sekitar 2 cm.

Demikianlah beberapa tips cara Memilih Burung Merpati Balap yang bisa anda pelajari khususnya bagi para pecinta yang hobi Burung Merpati Balap, agar nanti saat membeli burung merpati balap bisa sesuai dengan apa yang anda inginkan dan pastinya tidak akan menyesal di belakang.


Gara-Gara Si Wiwik Harga Burung Jatuh

Burung wiwik kelabu perusak harga
Ini adalah salah satu musuh besar bagi para penggemar burung lomba, dan karena burung inilah harga burung menjadi drop atau jauh menjadi murah, saya sendiri kurang begitu paham dalam hal ini mengapa jadi demikian.

Bagi anda yang belum pernah melihat bentuk burungnya tapi mungkin sudah banyak yang mendengar salah satu suara burung ini, seperti inilah burung yang paling banyak di buru oleh para pecinta burung kontes untuk di musnahkan, ( maksudnya suaranya nya itu )

Bagaimana tidak panik jika salah satu burung kontes mereka menyanyikan lagunya si wiwik, yang jelas pastinya akan pusing, karena jika sudah hafal lagunya si wiwik, si burung akan susah melupakannya, mungkin menurut burung ( red: kontes ) sangat enak di dibawakannya.

Dia adalah yang bernama burung Wiwik Kelabu, burung perusak lagu atau ocehan burung-burung kontes,  wikwik kelabu adalah sejenis burung anggota suku kangkok (Cuculidae). 

Burung wiwik ini kerap ditemui di lingkungan pedesaan atau dia akan bernyanyi di pohon-pohon yang lumayan tinggi dan burung ini dikenal dengan banyak nama, mulai dari kedasih atau daradasih (nama umum, Jawa.), kedasi, sit uncuing, sirit uncuing, atau manuk uncuing "emprit ganthil", dan yang lebih familiar burung ini disebut burung orang meninggal menurut anak-anak Betawi.

Burung Wiwik Kelabu ini mempunyai bahasa ilmiahnya Cacomantis Merulinus, dan dalam bahasa Inggrisnya burung ini dinamai Plaintive Cuckoo karena suaranya yang mendayu-dayu, orang Belanda menyebutnya ( Kleine ) Piet van Vliet mengikuti bunyi panggilannya yang khas.

Biodata si Wiwik ini adalah, burungnya berukuran agak kecil; panjang tubuh (dari ujung paruh hingga ke ujung ekor) sekitar 21 cm, burung dewasa berwarna kelabu di kepala, leher dan dada bagian atas. Punggungnya merah kecoklatan dan perutnya kuning jingga, sisi bawah ekor dengan warna putih di ujung-ujung bulu yang kehitaman.

Burung muda berwarna burik, kecoklatan dengan garis-garis hitam di sisi atas tubuh, dan keputihan dengan garis-garis hitam yang lebih halus, burung betina kadang-kadang berwarna seperti burung muda, sehingga mungkin terkeliru dengan burung Wiwik lurik ( C. sonneratii ) yang berkerabat. Bedanya, Wiwik lurik memiliki alis dan pipi keputihan, iris mata berwarna merah. Paruh kehitaman di atas dan kekuningan di bawah. Kaki kuning. 




Meski suaranya sering terdengar, wiwik kelabu agak sukar teramati, dia bunyi dalam kelindungan tajuk pohon tanpa bergerak-gerak atau berubah posisi, tidak jarang pula suara ini terdengar di malam hari, di musim berpasangan, burung-burung ini aktif berkejaran sambil bersuara pendek

Sebagaimana kerabatnya yang lain ( marga Cacomantis, Cuculus dan Chrysococcyx ), Wiwik kelabu adalah burung yang bersifat parasit. 

Burung ini  konon katanya tidak membuat sarangnya sendiri, akan tetapi dia akan menitipkan telur-telurnya pada sarang burung-burung kecil seperti burung cinenen, perenjak, pijantung, cica-daun dan lain-lain, untuk menjamin kelangsungan hidup anaknya, warna bulu burung kedasih muda dan dewasa pun berbeda, perilaku inilah yang menjadikan burung wiwik kelabu sebagai burung parasit.

Telurnya berwarna kebiruan atau berbintik keputih-putihan, mirip meski lebih besar daripada– telur burung yang dititipinya.

Kerap sekali oleh sebagian masyarakat pada umumnya, burung wiwik kelabu dipercaya sebagai burung orang mati, kareena suara kicauannya dianggap sebagai pertanda datangnya atau adanya orang mati.

Dengan mendapat predikat nama burung orang mati inilah, Burung wiwik kelabu ini sangat tidak disukai oleh para kontes mania burung kicau dimanapun, karena ( JIKA ) dengan adanya suara burung wiwik kelabu atau burungnya orang mati ini telah ada di burung kontes nya, maka dipastikan harga burung mereka pun menjadi mati alias jatuh. Ada - ada saja yah...?

Mau dengar lagu yang di bawakan oleh si wiwik, ini dia lagunya

Cenderawasih Botak | Cicinnurus Respublica

Selaku termasuk burung hias, cenderawasih banyak di buru
Ternyata Indonesia tidak akan pernah habis dalam hal burung -  burung langka ini termasuk di dalamnya adalah Burung Cenderawasih, dan lagi - lagi Papua adalah salah satu penyumbang terbanyak dalam hal burung hias di Indonesia.

Burung Cendrawasih ( Bird of Paradise) adalah salah satu spesies fauna endemik yang sangat populer asal tanah Papua. 

Begitu terkenalnya sehingga namanya sering dipakai untuk menamai berbagai tempat dan aktifitas di provinsi tertimur ini. 

Dari 27 jenis yang terdapat di tanah Papua 6 Jenis jenis burung Cendrawasih yang mendiami “Surga” hutan dataran rendah di Kabupaten Raja Ampat antara lain : 
  • Burung Cendrwasih Botak (Cicinnurus respublica), 
  • Cendrawasih Raja (Cicinnurus regius), 
  • Cendrawasih Merah (Paradisaea rubra), 
  • Cendrawasih Kuning-kecil (Paradisaea minor pulchra), 
  • Cendrawasih Belah-rotan (Cicinnurus magnificus) 
  • Cendrawasih 12 Antena (Seleucidis melanolevca).
Sebut saja salah satunya dari beberapa jenis Burung Cenderawasih di antaranya adalah, Cendrawasih Botak atau dalam nama ilmiahnya Cicinnurus respublica adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang sekitar 21cm long, dari marga Cicinnurus. 

Burung jantan dewasa memiliki bulu berwarna merah dan hitam dengan tengkuk berwarna kuning, mulut hijau terang, kaki berwarna biru dan dua bulu ekor ungu melingkar. Kulit kepalanya berwarna biru muda terang dengan pola salib ganda hitam. Burung betina berwarna coklat dengan kulit kepala biru muda.

Endemik Indonesia, Cendrawasih botak hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Papua Barat. Pakan burung Cendrawasih Botak terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga kecil.

Penamaan ilmiah spesies ini diberikan oleh keponakan Kaisar Napoleon Bonaparte yang bernama Charles Lucien Bonaparte dan sempat menimbulkan kontroversi

Bonaparte, seorang pengikut aliran republik, mendeskripsikan burung Cendrawasih Botak dari spesimen yang di beli oleh seorang ahli biologi Inggris bernama Edward Wilson beberapa bulan sebelum John Cassin, yang akan menamakan burung ini untuk menghormati Edward Wilson. 

Tigabelas tahun kemudian, ahli hewan Jerman yang bernama Heinrich Agathon Bernstein menemukan habitat Cendrawasih Botak di pulau Waigeo.

Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Cendrawasih Botak dievaluasikan sebagai beresiko hampir terancam di dalam IUCN Red List. Burung ini didaftarkan dalam CITES Appendix II.


Ancaman terhadap kepunahan populasi ini merupakan hal yang serius dan harus menjadi perhatian Pemerintah Daerah terutama terhadap tindakan pemanfaatan untuk kesenangan maupun tujuan secara ilegal, tetapi hal terpenting adalah masalah kerusakan habitatnya, sehingga proses penangkapannya telah di larang sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Eksosistemnya dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar. 

Dampak kekuatiran atas kegiatan manusia yang tidak ramah lingkungan terhadap pemanfaatan dan kerusakan habitatnya akan mengakibatkan kemunduran populasi yang berakibat kepunahan spesies yang panjang.

Sumber : wikipedia & buletin konservasi